FaktualNews.co

Kandas, Gugatan Praperadilan Gita Hartanto  terhadap Tim Cobra Lumajang

Hukum     Dibaca : 147 kali Penulis:
Kandas, Gugatan Praperadilan Gita Hartanto  terhadap Tim Cobra Lumajang
FaktualNews.co/muji lestari
Suasana Sidang Praperadilan di PN Kediri.

LUMAJANG, FaktualNews.co-Gugatan Praperadilan Gita Hartanto, pimpinan PT Amoeba Internasional Kediri kepada Tim Cobra Polres Lumajang, akhirnya kandas.

Hal ini setelah gugatan tersebut ditolak oleh majelis hakik dalam sidang  di Pengadilan Negeri (PN) Kediri, Rabu siang kemarin. Informasi tersebut disampaikan Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Hasran, Kamis (5/12/2019).

Dalam putusan sidang itu, gugatan Rp 100 miliar yang diajukan oleh pimpinan mitra dari perusahaan Qnet, Gita Hartanto kepada Kapolres Lumajuang (saat itu) AKBP Muhammad Arsal Sahban ditolak Majelis Hakim. Muhammad Arsal Sahban sendiri kini menjabat Wakapolres Bogor Kota.

Dengan demikian,  Tim Cobra Polres Lumajang menang atas gugatan praperadilan yang diajukan oleh Gita Hartanto.

Selain tidak mengabulkan tuntutan Rp 100 miliar, gugatan atas penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan oleh penyidik Polres Lumajang ke kantor PT Amoeba Internasional yang disebut tidak sah juga di tolak oleh Hakim.

Hakim pun mengatakan bahwa semua proses itu dinyatakan sudah sesuai dengan prosedur.

AKBP Muhammad Arsal Sahban, pihak tergugat meyakini sejauh ini semua proses penyidikan yang dilakukan Tim Cobra sudah profesional dan sesuai prosedur.

“Proses penangkapan, penggeledahan dan penyitaan yang penyidik lakukan semuanya berdasarkan fakta-fakta hasil penyidikan dari keterangan saksi, keterangan ahli dan petunjuk-petunjuk yang penyidik temukan,” ujar Arsal melalui ponselnya.

Selain itu, dalam persidangan, Hakim menyebut saksi ahli yang hadirkan oleh kuasa hukum PT Amoeba Internasional, Dr. Sudariyad yang merupakan Dosen di Universitas Padjajaran juga tidak memiliki kompetensi yang sesuai dengan materi gugatan yang mereka ajukan.

Saat sidang berlangsung, hakim menyatakan keahlian yang dimiliki saksi dalam bidang perdagangan dan korporasi.

Sedangkan praperadilan terkait dengan penyitaan dan penggeledahan. Sehingga seharusnya ahli hukum pidana yang dianggap lebih pas menjelaskan.

Sebelumnya, Solichin Kuasa hukum Gita Hartanto menyebut penyidikan yang dilakukan oleh Tim Cobra Polres lumajang tidak tepat dan menciderai keadilan.

Sebab, kata dia, kasus yang ditangani oleh penyidik Polres Lumajang ini sudah pernah ditangani oleh Bareskrim Polri dan Ditreskrimsus Polda Jawa Timur pada 2017 dan 2018 lalu. Namun, penyelidikan dihentikan karena dinilai bukan tindak pidana.

“Tapi kenapa Polres Lumajang bisa menyidik kembali Qnet yang dijalankan oleh PT. Amoeba Internasional,” kata Solichin kuasa hukum Gita Hartanto.

Editor
Sutono Abdillah
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...