FaktualNews.co

Kosong Puluhan Tahun

Bekas Gudang Penyimpanan Amunisi di Jombang, Angker

Peristiwa     Dibaca : 984 kali Penulis:
Bekas Gudang Penyimpanan Amunisi di Jombang, Angker
FaktualNews.co/muji lestari
Bekas gudang penyimpanan amunisi di Kompleks eks Asrama Batalyon 503 di Desa Denanyar, Jombang. 

JOMBANG, FaktualNews.co – Kisah tentang tempat angker tentunya bukan hal aneh atau asing di telinga masyarakat yang tinggal di tanah Jawa.

Tempat-tempat yang dikenal menjadi rumah atau hunian mahluk gaib ini masih dipercaya sebagian besar orang Jawa, Bahkan menjadi hal menakutkan bagi mereka.

Tak terkecuali di Jombang, Jawa Timur. Tak jauh dari pusat kota setempat. Tepatnya di kawasan Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, terdapat sebuah lokasi bekas gudang penyimpanan amunisi milik Tentara Nasional Indonesia (TNI)  puluhan tahun silam yang kini telah kosong.

Lokasi gudang tersebut berada di kompleks eks Asrama Batalyon 503 yang kini bermarkas di Mojokerto. Saat ini, bekas Asrama Batalyon 503 ini masih ditempati beberapa keluarga pensiunan anggota TNI.

Tempat yang hanya terjarak sekitar tiga sampai empat kilo dari alun-alun Kota Jombang ini, dikenal masyarakat setempat sebagai tempat yang angker.  Bahkan, hingga saat ini hampir tak pernah didekati manusia.

Gudang berada di halaman belakang ini nampak tak terawat. Selain tumbuh semak-semak dan rerumputan liar di sekitar ruangan, Di dalam gudang ini juga nampak lembab dan gelap gulita.

Salah satu istri pensiunan pegawai sipil TNI yang tinggal di Asrama setempat, Zurhain Ja’far (78)  membenarkan bahwa gudang tersebut dahulu merupakan tempat rahasia milik TNI. Ruangan berukuran sekitar 5 x 5 meter ini sempat dipakai untuk penyimpanan amunisi. Hanya saja, sejak puluhan tahun tempat ini telah dikosongkan.

Wanita asli Makassar, Sulawesi Selatan yang akrab disapa Bu Japar ini pun sudah tinggal di eks Asrama Batalyon 503 ini selama sekitar 52  tahunan silam, tepatnya sejak 1967.

“Iya dulu merupakan gudang senjata milik 503 kini sudah pindah di Mojokerto, dulu lokasinya tertimbun tanah,” ungkapnya.

Sejak Asrama Batalyon 503 ini pindah sekitar tahun 70- an silam ke Mojokerto, maka sejak itulah bangunan tersebut tak berpenghuni. Bahkan, kini, bekas gudang amunisi tersebut diyakini masyarakat setempat menjadi tempat angker yang banyak mengandung unsur mistis didalamnya.

Tak jarang, tempat ini kini dipakai sejumlah ‘orang pintar’ (ahli spiritual) untuk melakukan ritual tertentu.

Meski demikian, Bu Japar sendiri mengaku enggan pindah dari tempat itu. Bahkan dirinya mengaku kerasan dan betah berada di eks Arsama 503 ini.

“Saya sudah puluhan tahun disini, soal yang aneh-aneh kata orang lain memang ada, tapi itu sudah biasa buat saya,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan, tak terlihat benda apapun yang ada di dalam ruangan tersebut. Terlihat dari mulut pintu, ruangan tersebut nampak gelap gulita dan pengap.

Untuk bisa masuk ke dalam ruangan, kita harus menuruni dua sampai empat sap tangga. Nah, setelah itu barulah kita bisa melihat dengan leluasa isi dalam bekas gudang berukuran sedang ini.

Sayangnya, saat FaktualNews.co mencoba masuk ke dalam, kondisi lantai dasar ruangan itu sedang tergenang air dengan ketinggian sekitar setengah hingga satu meter.

Sehingga, hanya bisa dilihat dari luar pintu saja. Daun pintu yang terbuat dari besi baja juga nampak berkarat dan nampak sudah tidak berfungsi.

Selain gudang amunisi, lokasi bekas Asrama TNI Batalyon 503 ini juga terdiri dari beberapa bagian gedung. Sebagian besar gedung lama ini sudah nampak rusak dan terawat.

Sebagian lagi masih ditempati beberapa keluarga pensiunan TNI dan satu kompleks lagi disisi barat kini dimanfaatkan sebagai gudang penggilingan padi milik TNI.

Seperti diungkapkan warga setempat, Muji Slamet, yang juga tinggal di eks asrama Batalyon 503 ini. Selain dari Jombang, beberapa keluarga pensiunan TNI yang kini masih tinggal di bekas Asrama ini diantaranya dari Malang, Sulawesi dan beberapa kota lainya.

“Kalau masyarakat biasa gak ada yang berani kesana, kadang ada yang datang untuk ritual (melekam), ada uang mengaku melihat ular besar, ada yang dapat benda pusaka seperti keris, tapi kan setiap orang beda-beda ada yang percaya dan tidak” terangnya.

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...