FaktualNews.co

Belasan Ojol di Jember Mengaku Jadi Korban Order Fiktif

Peristiwa     Dibaca : 463 kali Penulis:
Belasan Ojol di Jember Mengaku Jadi Korban Order Fiktif
FaktualNews.co/Hatta
Puluhan Ojol geruduk toko camilan yang diduga lakukan praktik order fiktif

JEMBER, FaktualNews.co-Puluhan driver ojek online (ojol) Grab menggeruduk toko penjual camilan di Kompleks Pujasera Tamara Jalan PB Sudirman, Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur, Selasa sore (17/12/2019).

Mereka menuntut pertanggungjawaban atas belasan rekannya yang menjadi korban orderan fiktif yang diduga dilakukan pemilik toko, dengan memanfaatkan promo diskon dari aplikasi ojek online.

Salah seorang ojol Bambang menyampaikan, dirinya bersama puluhan rekannya telah lama mengetahui orderan fiktif yang dilakukan toko tersebut.

“Nama di aplikasi berubah-ubah. Terakhir menjual bebek bejek dan pemesanannya diantar di daerah Cempaka, Gebang. Tapi saat didatangi, sudah disiapkan dalam bungkus plastik dan isinya malah kripik,” kata Bambang.

Dengan aturan aplikasi setiap driver (mitra ojek), tidak boleh mendapat orderan sama lebih dari 5 kali, kata Bambang, tercatat belasan rekannya terputus dan akun mitranya dengan Grab terputus secara sepihak.

“Akunnya kena suspend yang istilahnya teman saya itu di-PHK, padahal dirinya bekerja di Grab untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Sudah ada 15 rekan kami yang dipecat,” ungkapnya.

Bambang menjelaskan, sistem order ojek online akan otomatis mengindikasi order tersebut bermasalah atau sering disebut ‘fiktif’.

Maka sistem akan otomatis menangguhkan akun driver yang bersangkutan.

“Karena akunnya itu oleh sistem, mendapat orderan yang sama. Dari toko bahkan pemesannya pun sama. Padahal tidak boleh menerima 5 order yang sama itu. Akhirnya driver ini yang dirugikan,” sambungnya.

Dengan adanya persoalan ini, pihaknya ingin mendapatkan kejelasan dan pertanggungjawaban dari order fiktif tersebut.

“Sebagai driver, kami merasa sangat dirugikan karena tidak bisa melakukan order lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut PIC Grab Jember, Ade Irawan Yulianto, toko yang diduga melakukan order fiktif tersebut memang sudah berulang kali berganti nama. Awalnya merupakan kedai yang menjual tahu petis.

“Tapi pesanan yang diberikan kepada driver tidak pernah sesuai dengan pesanan yang tertera di aplikasi.

Hal yang mencurigakan lainnya adalah titik pengambilan dan pengantaran selalu sama, yakni dari Toko Aneka Camilan tersebut dan sebuah lokasi di Jalan Cempaka, Kecamatan Patrang,” jelasnya.

Pihaknya masih melakukan pengecekan di sistem agar akun pemesan maupun toko yang terlibat order fiktif ini untuk diblokir.

“Toko ini terkadang memanfaatkan promo dari diskon penjualan yang nominal pembelanjaannya di atas Rp 100 ribu. Jadi mengambil untung di sana. Tapi drivernya dirugikan. Ini masih kita dalami persoalannya,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, pemilik toko camilan sedang tidak berada di tempat. Hanya seorang pegawainya Dimas menemui.

“Yang kami jual ini camilan, tapi para gojek itu marah-marah, gara-gara performanya turun. Padahal bukan salah kami,” kata Dimas.

“Tapi nanti biar menemui pemilik toko saja mas yang bisa menjelaskan,” sambungnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono Abdillah
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...