Ekonomi

Harga Turun, Pedagang Bawang Merah di Probolinggo Gigit Jari

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – Di penghujung tahun 2019 ini, pedagang bawang Probolinggo, gigit jari. Pasalnya, harga bawang merah dalam seminggu ini merangkak naik. Harga bawang super yang awalnya Rp 27 hingga Rp 28 ribu, turun menjadi Rp 24 ribu.

Begitu juga kwalitas di bawahnya, harga Rp 26 ribu turun menjadi Rp24 ribu dan harga bawang kwalitas biasa dari Rp 24 ribu turun Rp 21. Dengan demikian, harganya turun rata-rata Rp 3 ribu. Penyebabnya, pasar sepi lantaran pedagang luar kota yang turun ke Pasar Dringu, Kabupaten Probolinggo, jumlahnya menurun.

Sedang pesanan atau pembelian dari pedagang luar pulau juga berkurang. Turunnya jumlah pedagang yang ke pasar dan menurunnya pesanan dari luar pulau, diduga sebagai dampak liburan Nataru (Natal dan Tahun Baru).

Dugaan tersebut disampaikan Suyanto, salah satu pedagang di Pasar bawang Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Minggu (29/12/2019) siang. Disebutkan, turunnya permintaan bawang diatas 30 persen. Dimungkinkan, sejumlah pedagang banyak yang memanfaatkan libur Nataru bersama keluarga. Terbukti, pedagang luar yang biasa menghubungi Suyanto, belum menghubungi.

“Kalau minta kiriman, pasti pedagang langganan kami menghubungi. Sampai sekarang belum nelpon. Sudah 3 hari,” tandasnya.

Tak hanya dipengaruhi pedagang, naiknya harga juga dipengaruhi libur karyawan. Diprediksi, harga merangkak naik dan normal seperti sedia kala, beberapa hari setelah tahun baru. Pedagang yang sibuk liburan bersama keluarga akan kembali minta dikirimi bawang.

“Kami kan juga mensuplai perusahaan yang butuh bawang. Kalau karyawannya libur, ya pengaruh ke kami,” tambahnya.

Selain disebabkan faktor diatas, turunnya harga bawang juga dikarenakan daerah sentra atau penghasil bawang, juga lagi panen. Pedagang tidak perlu membeli ke luar daerah,, jika di kotanya banyak tersedia. Apalagi, harganya lebih murah dibanding bawang Probolinggo.

“Penyebabnya banyak. Mudah-mudahan selesai tahun bari, naik lagi,” harap Suyanto.