FaktualNews.co

Edarkan Uang Palsu di Trenggalek, Pria Paruh Baya asal Nganjuk Diringkus Polisi

Kriminal     Dibaca : 542 kali Penulis:
Edarkan Uang Palsu di Trenggalek, Pria Paruh Baya asal Nganjuk Diringkus Polisi
FaktualNews.co/Suparni PB
Tersangka peredaran upal saat dirilis polisi di Mapolres Trenggalek.

TRENGGALEK, FaktualNews.co – Menjelang pergantian tahun, masyarakat khususnya Kabupaten Trenggalek, harus teliti dan jeli terhadap uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

Pasalnya, pada Rabu (11/12/2019) Satreskrim Polres Trenggalek menangkap Mesdiyanto Alias Ateng warga Bogoran, Kampak, terduga pengedar uang palsu. Dan pada Minggu (15/12/2019) petugas kembali meringkus Gunawan (50) warga Jalan Letjen S Parman, Desa Cangkringan, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, Gunawan ditangkap petugas di Terminal Bus Surodakan, karena diduga kuat sebagai pengedar uang palsu. Dan tersangka ini masih berkaitan dengan tersangka Ateng.

Menurutnya, dari penangkapan tersebut setelah dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 65 lembar uang pecahan Rp 100 ribu yang diduga uang palsu disimpan dalam tas plastik kresek warna hitam, dengan jumlah total senilai Rp 6,5 juta.

“Saat ini tersangka dan semua barang bukti kita amankan di Polres Trenggalek guna proses penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya,

Disampaikan Calvijn, pada Minggu (15/12/2019) petugas mendapatkan informasi dari masyarakat tentang maraknya peredaran uang palsu.

Berdasarkan informasi tersebut, Satreskrim melakulan serangkaian penyelidikan. Alhasil petugas berhasil melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki yang mengaku bernama Gunawan di Terminal Bus Surodakan Trenggalek.

“Pelaku akan dikenakan pasal 36 ayat (4) jo pasal 26 ayat (4) dan/atau pasal 36 ayat (2) jo pasal 26 ayat (2) UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Calvijn.

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas

YUK BACA

Loading...