FaktualNews.co

Resmikan Pintu Satu Kampung Coklat, Bupati Blitar: Mirip di Singapura

Wisata     Dibaca : 1090 kali Penulis:
Resmikan Pintu Satu Kampung Coklat, Bupati Blitar: Mirip di Singapura
Faktualnews/Dwi Haryadi
Bupati Blitar drs Trijanto bersama Kholik Mustofa pemilik Kampung Coklat meresmikan pintu satu Kampung Coklat.

BLITAR, FaktualNews.co-Satu hari jelang tahun baru 2020, Bupati Blitar Trijanto meresmikan pintu satu wisata Kampung Coklat, di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, selasa (31/12/2019).

Bupati Blitar Trijanto mengatakan, pembukaan pintu satu ini, membuat Kampung Coklat lebih bagus dan indah, seperti wisata-wisata yang ada di Singapura dan Malaysia.

Setelah dibukanya pintu satu, dia berjanji juga akan membuka pintu dua.

“Jadi bertambahnya pintu masuk ke Kampung Coklat ini, memudahkan wisatawan mengakses dan masuk Kampung Coklat. Karena sebelumnya hanya satu pintu, pengunjung harus berputar lagi untuk kembali. Dengan pintu satu ini keluar maupun masuk tidak jauh dari pintu utama,” kata bupati.

Kholid Mustofa pemilik Kampung Coklat mengaku, Pintu 1 ini merupakan upaya memberikan kemudahan pada para wisatawan, ketika akan masuk.

“Semakin nyaman, tidak berdesakan dan bisa menikmati wisata bergaya Eropa dipadukan tradisional Indonesia,” ungkapnya

Kholik menambahkan, pintu 1 yang baru ini, memang bangunan dengan arsitektur bergaya Eropa.

Namun setelah masuk ke dalamnya, bisa dirasakan sensasi tradisional Indonesia yang kental.

Mulai dari aliran air dari sungai kecil yang diatasnya melintang jembatan kayu, kemudian seluruh bangunan dibuat dengan dinding kayu.

Selain itu, dipenuhi pepohonan tanaman kakao, semakin menguatkan suasana alam khas Indonesia yang asri dan hijau.

Dikatan Kholid, awal berdiri 2014 lalu, Kampung Coklat luasnya 700 meter persegi dengan investasi Rp 1 miliar.

Kini berkat dukungan masyarakat sekitar serta Muspika dan Pemkab Blitar, bisa berkembang menjadi sekitar 4 hektare dan nilai investasinya mencapai Rp 50 miliar.

“Serta bisa menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 435 orang, termasuk puluhan UKM binaan yang bekerja sama memasok aneka olahan makanan berbahan dasar coklat,” jelasnya.

Kemudian, Kampung Coklat juga mulai melakukan penjajakan, kerjasama memasarkan produknya ke luar negeri. Di antaranya ke Asia, Eropa dan Timur Tengah.

“Seperti di Singapura, Malaysia, Kamboja, Azrbaijan, Turki, Mesir dan Aljazair,” ujar Kholik

Saat ini Kampung Coklat sudah bisa ekspor hasil olahan coklat ke luar negeri. Untuk sementara saat ini mencapai sekitar Rp 12 – 14 miliar setahun.

Mmeliputi 64 varian produk olahan coklat yang diproduksi internal Kamcok, ditambah 125 produk UKM binaannya.

Mengenai wisatawan selama setahun terakhir, rata-rata sekitar 100 – 150 ribu orang per bulan. Sementara kunjungan wisatawan asing setahun mencapai 200 orang.

“Sedangkan total wisatawan lokal bisa mencapai 1,5 juta orang per tahun. Puncak kunjungan wisata pada Desember – Januari dan pertengahan tahun, yakni masa liburan,” Pungkasnya

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono