Peristiwa

Pakar Sebut Pohon Bertumbangan di Surabaya Akibat Kurang Kontrol Pemkot

SURABAYA, FaktualNews.co – Dua hari belakangan, banyak pohon bertumbangan saat terjadi hujan deras disertai angin kencang di Surabaya. Pakar menyebut, hal itu akibat kurang kontrol Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terhadap pepohonan yang ada.

Pernyataan ini disampaikan pakar hidrometeorologi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Dr Ir Amien Widodo MSi, usai memberikan paparan pada acara humanity talk kebencanaan yang digelar sebuah lembaga kemanusiaan di Surabaya.

Menurutnya, peristiwa tumbangnya pepohonan saat hujan deras disertai angin kencang di Surabaya sudah terjadi sejak tahun 2012 lalu. Yang menyebabkan kerugian material maupun korban jiwa.

“Ini bukan sebuah bencana, melainkan sesuatu hal yang kurang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya,” ujar Amien, Rabu (8/1/2020).

Pepohonan yang sudah berusia tua dan keropos, kata Amien, seharusnya ditebang, agar tidak mudah roboh ketika tertiup angin kencang. Bukan hanya sekedar mempercantik, dengan merapikan ranting-rantingnya saja.

Pemkot Surabaya juga semestinya mengontrol semua pepohonan besar yang tersebar di seluruh kota pahlawan ini. Terutama pepohonan yang tumbuh berdekatan dengan aktivitas warganya.

“Karena kan pepohonan ini sengaja ditanam. Harusnya dilakukan monitoring terhadap apa yang ditanam itu,” lanjutnya.

Amien memberi contoh, pengontrolan bisa dilakukan dengan cara mengebor batang pepohonan secara berkala, sebelum memasuki musim penghujan. Jika dirasa keropos, sudah semestinya ditebang.

“Cara melihat keropos itu juga mudah, bisa dilihat langsung. Kalau dirasa masih segar, bisa dimasuki semacam bor yang bisa muter, kalau mudah masuknya itu berarti keropos,” katanya.

Ia pun berharap, aturan perawatan pohon tanam yang ada di Kota Surabaya direvisi. Tidak hanya menitikberatkan perawatan, melainkan juga penebangan untuk mencegah pohon tumbang.

“Ada aturan tambahan lah, untuk mencegah ini (pohon tumbang),” tandasnya.

Seperti diketahui, Kota Surabaya diguyur hujan deras yang disertai angin kencang sejak Minggu, 5 Januari 2020. Sejak saat itu, tercatat sedikitnya ada 101 pohon tumbang. Yang menimbulkan dua korban jiwa.