FaktualNews.co

Hujan Deras 2 Jam, Rumah Nenek di Blitar Ambruk

Peristiwa     Dibaca : 517 kali Penulis:
Hujan Deras 2 Jam, Rumah Nenek di Blitar Ambruk
FaktualNews.co/Dwi Haryadi
Kondisi rumah korban setelah ambruk

BLITAR,FaktualNews.co-Diguyur hujan deras disertai angin selama dua jam, rumah Sunarmi (80), warga Jalan Kali Gebang Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar ambruk, Jumat (10/1/2020).

Penghuni rumah yang terkena reruntuan material rumah luka-luka di kaki dan kepalanya,

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Sunarmi, mengatakan, ketika hujan turun korban berada di dalam rumah. Beberapa jam kemudian rumahnya ambruk.

Sebelum ambruk wilayah Kota Blitar diguyur hujan deras disertai angin kurang lebih dua jam, kemudian rumahnya ambruk.

“Jadi saat rumah saya ambruk saya sedang tidur, tiba tiba saya mendengar suara gemuruh seperti orang tebang pohon. Ternyata setelah saya bangun rumah saya yang roboh,” kata korban.

Sunarmi mengaku tertimpa rangka atap yang ambruk, sehingga kaki kiri luka sobek dan berdarah. Sedangkan kaki kanan memar tertimpa balok kayu.

“Saya langsung minta tolong ke tetangga. Beruntung saya hanya mengalami luka di kaki,” pungkasnya

Hampir seluruh bagian atap rumah utama tersebut ambruk. Diduga penyebabnya tiang penyangganya lapuk.

Sehingga tidak kuat menyangga beban kayu dan genting yang basah, ditambah embusan angin.

Rumah utama yang tengahnya berbentuk joglo, dengan 4 tiang penyangga tersebut terdiri dari 2 kamar tidur dan ruang tamu.

Tetangga korban Sodik mengaku, rumah tersebut memang dikosongkan dan korban tinggal di bangunan yang ada di sebelah timurnya.

Rencananya seluruh atap yang masih tersisa akan dirobohkan, diganti dengan kayu dan genting baru.

“Biasanya korban tingal di samping, karena rumah tersebut berjajar dua,” paparnya

Babinsa Kelurahan Pakunden Serka Dwiyono di lokasi kejadian mengatakan setelah mendapat info dari Ketua RW langsung melakukan pengecekan. Kemudian bersama warga sekitar bekerja bakti membersihkan atap yang ambruk.

“Kerugian akibat kejadian ini, berdasarkan perkiraan pemilik rumah sekitar Rp 60 – Rp 75 juta,” ujar Dwiyono.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...