FaktualNews.co

Pensiunan PNS di Ngawi Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah

Peristiwa     Dibaca : 737 kali Penulis:
Pensiunan PNS di Ngawi Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah
FaktualNews.co/Zaenal Abidin
Jenazah korban saat dievakasi petugas ke RSUD Ngawi.

NGAWI, FaktualNews.co – Bambang Yulianto (58) warga Perumnas Bumi Karangasri, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya, Kamis (9/1/2020).

Kejadian yang sempat membuat gempar warga sekitar ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, tetangga korban bernama Rini Setyorini (36) hendak mengantarkan tagihan pembayaran PDAM pada korban.

Tiba di situ, kondisi rumah korban lengang. Rini pun berupaya menemui pemilik rumah dengan cara memanggilnya. Beberapa kali nama korban disebut dengan suara agak kencang, tidak ada sahutan dari dalam rumah.

Sambil menunggu berharap ada yang menyahuti, Rini malah mencium bau tak sedap. Khawatir bercampur curiga dengan kondisi tersebut, Rini pun memberitahu tetangga dekat korban.

Tetangga korban pun ikut mengecek kondisi sekitar rumah. Karena sudah agak lama di luar rumah, para tetangga pun memberanikan diri mengecek ke dalam rumah. Beruntung, pintu rumah korban tidak terkunci, mereka pun merangsek masuk rumah.

Kaget bukan kepalang, saat mereka mendapati pemilik rumah tergeletak di atas tempat tidur. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi membusuk.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian atas laporan warga, langsung memeriksa jenazah korban dan melakukan olah TKP. Selanjutnya, oleh petugas Polsek Ngawi Kota, mayat pria pensiunan PNS itu pun dilarikan kamar mayat RSUD.dr Soeroto Ngawi untuk dilakukan visum.

Kapolsek Ngawi Kota, AKP Khristanto Widhi Nugraha, Dari keterangan saksi-saksi, korban diduga telah meninggal 24 jam sebelum ditemukan. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan bekas-bekas penganiayaan pada tubuh korban. Pihaknya memperkirakan, korban menderita sakit dan tidak tertolong.

“Yang pasti korban meninggal dalam keadaan sakit dan di tubuh korban tidak ditemukan bekas adanya tindak kekerasan,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas