FaktualNews.co

Wakil Bupati Jombang Resmikan Kampung Kelor di Desa Mojowarno

Advertorial     Dibaca : 859 kali Penulis:
Wakil Bupati Jombang Resmikan Kampung Kelor di Desa Mojowarno
FaktualNews.co/Anggit
Wakil Bupati Jombang saat meresmikan Kampung Kelor di Desa Mojowarno

JOMBANG, FaktualNews.co – Wakil Bupati Kabupaten Jombang Jawa Timur, Sumrambah meresmikan Kampung Kelor di Desa/Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang pada Rabu (22/1/2020) pagi.

Melalui sambutannya, ia menyampaikan salam hormat dari Bupati Jombang yang memberi tugas untuk peresmian Kampung Kelor di Mojowarno.

Kegiatan ini dilakukan untuk merangsang minat masyarakat untuk menanam dan mengkonsumsi daun kelor. Selain bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, tanaman ini juga mampu meningkatkan gizi masyarakat.

“Jika memungkinkan hasil kelor dapat dikemas menjadi kapsul. Pemasarannya akan lebih luas dan lebih bermanfaat. Kandungan kelor salah satunya potasium. Kandungannya 4 kali lebih kuat dari buah pisang,” ujar Sumrambah.

Berlokasi di halaman Taman Kampoeng Kelor, acara tersebut turut dihadiri oleh Anggota Komisi C DPRD Jombang Tohari, Forkopimcam, segenap Kepala Desa se-Kecamatan Mojowarno, Direktur RSK Mojowarno segenap pengusaha makanan olahan kelor serta kader PKK serta Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang dan juga Kepala Puskesmas Mojowarno.

Bekerjasama dengan Universitas Brawijaya Malang maka terbentuklah Kampung Kelor di wilayah Jombang.

“Peresmian Kampung Kelor adalah gagasan dari Universitas Brawijaya Malang untuk membentuk Kampung lingkar kampus beberapa waktu lalu dan dapat sambutan baik,” ucapnya kepada seluruh tamu undangan.

Sekitar 30 orang dari Desa Mojowarno berkunjung ke Universitas Brawijaya untuk berbagi ide dan gagasan pada tanggal 26 Desember 2019 lalu. Dalam acara tersebut, warga Desa Mojowarno mendapat penjelasan mengenai teknologi pasca panen kelor, cara mengolah kelor dengan layak serta bagaimana pengembangannya serta masih banyak informasi yang dibagikan.

“Program ini nantinya akan diintegrasikan dengan program pengabdian dari kampus Brawijaya. Selain kunjungan, langkah awal untuk mewujudkan program kampung Kelor ini adalah dengan melakukan penguatan komunitas. Setelah komunitasnya kuat, baru akan disusun master plan,” tutur Sumrambah.

Dipilihnya kelor, karena tanaman ini bisa tumbuh dimana saja, terutama lahan kering. Desa Mojowarno dinilai cocok untuk jadi tempat budidaya tanaman tersebut. Sebelumnya warga setempat sudah menanam tanaman tersebut, tetapi hanya dilakukan di pekarangan rumah,.

Kedepan, dengan dimulainya pembibitan, rencananya akan dilakukan budidaya tanaman Kelor dengan memanfaatkan lahan Desa yang sudah tidak digunakan disamping tetap memanfaatkan pekarangan rumah warga. Sumrambah pun berharap, dengan ini, dapat merubah pandangan masyarakat mengenai daun kelor yang selalu dianggap mistis.

“Dengan adanya pengembangan kampung Kelor, diharapkan dapat mengubah pandangan masyarakat yang awalnya dianggap mistis Kelor untuk memandikan mayat, mengeluarkan susuk, bahkan menghilangkan roh jahat menjadi tanaman sumber nutrisi,” kata dia.

Sebelumnya, masyarakat Desa Mojowarno, sempat menolak adanya program kampung kelor ini.

“Ya awalnya masyarakat banyak yang skeptis bahkan menolak program kampung Kelor. Akan tetapi, setelah dilakukan sosialisasi bahkan Pelatihan produk-produk olahan kaya nutrisi, kini masyarakat antusias,” pungkasnya.

Drs. Ahmad Tohari selaku Pembina dan Penasehat Kampoeng Kelor menjelaskan bahwa keinginan warga terpenuhi, Desa Mojowarno menjadi Kampung Kelor dan akan menjadi percontohan daerah lain. Dirinya juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung berdirinya Kampung Kelor.

“Semua itu tentunya tidak akan berarti tanpa campur tangan dari Bapak Wakil Bupati, Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian dengan mengakomodasi kegiatan kampoeng kelor Mojowarno dalam APBD ke depan sehingga kampung kelor akan benar-benar mendapatkan pembinaan dari pemerintah daerah Kabupaten Jombang,” tegasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Apriani Alva