FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Korban Perkosaan Ayah Kandung  di Trenggalek, Trauma Berat

Peristiwa     Dibaca : 681 kali Penulis:
Korban Perkosaan Ayah Kandung  di Trenggalek, Trauma Berat
FaktualNews.co/Suparni/PB/
Tersangka saat diamankan di Mapolres Trenggalek.

TRENGGALEK,FaktualNews.co – Korban perkosaan anak dibawah umur yang dilakukan MTR (55) dan tak lain ayah kandungnya sendiri di Trenggalek, mengalami trauma healing berat.

Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, kedua korban Bunga dan Mawar bukan nama sebenarnya sampai sekarang masih dilakukan pedampingan khusus karena mengalami trauma healing.

“Untuk korban Mawar dan Bunga yang merupakan anak kedua dari tersangka MTR ayah bejat, saat ini berada di rumah shelter rumah aman,” ungkapnya. Kamis (23/1/2020).

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek, ‌Cristina Ambarwati mengatakan, pihaknya akan terus berupaya melakukan pendampingan terhadap kedua korban.

“Memang korban Mawar  dan Bunga, kedua anak kandung tersangka mengalami trauma healing berat. Dia sudah drop out agak lama,” terangnya.

Karena mengalami traumatis berat, lanjut Cristina, terpaksa korban Mawar harus putus sekolahnya.

“Inisial Mawar pasca itu duduk di bangku kelas I SMA. Tentu saja untuk menyekolahkan kembali harus menyesuaikan dengan kondisi kesehatan jiwanya,” terangnya.

Dikatakan Cristina, korban Mawar sempat mengalami depresi berat dan sempat dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Dr Radjiman Widiodiningrat di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, selama sebulan.

“Pemulihan kesehatannya, butuh enam bulan lebih. Kalau di bulan Juni nanti sehat, kami bantu untuk masuk sekolah,” imbuhnya.

Lebih lanjut Cristina menjelaskan, selain Mawar, Dinsos Trenggalek juga akan memberi pendampingan khusus terhadap Bunga yang juga korban kebiadaban sang ayah.

Sebab korban pertama Bunga yang sekarang sudah punya satu anak dan pisah ranjang dengan suami. Dan jenis pendampingan yang akan dijalankan Dinas Sosial P3A berupa pemberdayaan.

“Keluarga itu harus menerima perlindungan sosial dan pemberdayaan supaya bisa melaksanakan fungsi sosialnya,” imbuhnya.

Ditambahkan Cristina, Bunga juga sempat mengalami trauma atas kejadian yang ia alami. Namun, kondisi kejiwaannya berangsur pulih.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin