FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

SDN Tempuran Mojokerto Tergenang Banjir, Kelas 1-5 Diliburkan Kelas 6 Belajar di Gedung TPQ

Peristiwa     Dibaca : 762 kali Penulis:
SDN Tempuran Mojokerto Tergenang Banjir, Kelas 1-5 Diliburkan Kelas 6 Belajar di Gedung TPQ
Faktualnews.co/Fuad Amanullah
Para siswa kelas 6 usai belajar di Gedung TPQ.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Banjir yang melanda dua Dusun di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto menyebabkan proses belajar mengajar di SDN Tempuran tersendat. Para siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di gedung TPQ desa setempat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin mengatakan, banjir yang melanda Desa Tempuran berdampak langsung dengan proses belajar mengajar karena kondisi sekolah yang sudah terendam banjir total, mulai dari rumah guru hingga ruang kelas termasuk gedung sekolah TK.

“Akhirnya diambil keputusan kelas I sampia V disuruh belajar di rumah. Namun untuk kelas enam tetap masuk,” ungkap Zainul usai melakukan melihat kondisi SDN Tempuran yang terendam banjir, Selasa (04/02/2020).

Kata dia, kelas VI tetap masuk untuk mengejar mata pelajaran untuk persiapan ujian pada bulan Mei mendatang.

“Atas kerjasama sekolah, Desa dan takmir Masjid, alhamdulillah bisa diberikan solusi menjadikan TPQ sebagai tempat belajar bagi kelas VI. Kasihan karena mereka sebentar lagi menghadapi ujian jadi di usahakan proses belajar tidak berhenti,”paparnya.

Dampak lain, lanjut Arifin banjir yang merendam SDN Tempuran di khawatirkan menganggu psikologi para siswa terlebih kelas VI yang sebentar lagi menghadapi ujian. “Yang kita harapkan semoga cepat surut sehingga aktifitas sosial pendidikan bisa kembali normal. Kalau di paksakan masuk ya sangat membahayakan,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang siswa kelas VI Bagus mengaku merasa sangat tidak nyaman dengan kodisi saat ini karena belajar di lantai dan juga harus melepas sepatu.

“Ya tidak nyaman, enakan di ruang kelas. Karena disini belajarnya di lantai dan harus lepas sepatu,” ungkapnya.

Dirinya berharap banjir yang mengenangi sekolahnya segera surut agar bisa kembali belajar secara normal.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh