FaktualNews.co

Dampak Virus Corona, Harga Buah Impor di Jombang Mahal

Peristiwa     Dibaca : 457 kali Penulis:
Dampak Virus Corona, Harga Buah Impor di Jombang Mahal
FaktualNews.co/Muji Lestari/
Situasi pasar buah di Jalan Hayam Wuruk Jombang. 

JOMBANG, FaktualNews.co – Harga sejumlah buah-buahan impor asal China di Jombang, Jawa Timur, mengalami kenaikan cukup signifikan.

Mahalnya harga buah asal Tiongkok ini diduga disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang mulai membatasi impor sejumlah produk asal China karena wabah virus corona.

Tak tanggung-tanggung, harga  buah-buahan ini mengalami kenaikan hingga hampir 50 persen. Harga tersebut merupakan harga yang dipatok pemasok kepada para pedagang eceran. Seperti apel fuji,  kelengkeng, jeruk mandarin, pir dan anggur merah.

Salah satu pedagang buah di pasar buah Jalan Hayam Wuruk Jombang, Soimah, mengaku tak mengetahui pasti penyebab naiknya harga buah ini. Hanya saja, dia merasa kesulitan menjual kembali harga buah-buahan ini. Bahkan, permintaan konsumen pun kini menurun.

Dijelaskan Soimah, harga apel fuji dari Rp 250 ribu menjadi Rp 340 ribu itu satu box, kelengkeng 1 box dari Rp 250 ribu menjadi Rp 320 ribu, anggur satu boxnya (7-8 kilogram) dari  Rp 145 ribu menjadi Rp 280 ribu,

“Itu yang kualitas bagus, kalau yang kw 2 harga dari Rp 145 ribu menjadi Rp 220 ribu dan jeruk mandarin  dari Rp 150 ribu menjadi Rp 230 ribu serta pear dari  Rp 165 ribu sekarang Rp 220 ribu,” terangnya.

Hal Senada juga diungkapkan Dewi, harga buah impor yang cenderung mahal ini cukup berdampak pada daya beli masyarakat. Selain itu, pasokan buah-buahan yang diterima juga mengalami penurunan kualitas dari sebelumnya.

Jika terus berlangsung, maka dipastikan para pedagang buah di Jombang ini akan merugi sebab dagangan mereka tak laku sehingga stok buah yang mereka jual menjadi layu.

Diapun berharap, kondisi ini segra normal kembali sehingga tak merugikan pedagang buah.

“Benar naiknya hampir 50 persen, otomatis pembeli berkurang, kualitasnya juga menurun, mungkin karena ini habiskan stok lama. Jadi stok baru masih belum dikirim dari China, mungkin karena ada ramai-ramai corona ini,” pungkasnya.

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...