Peristiwa

Dilaporkan Hilang Saat Melaut, Bapak dan Anak di Situbondo Ditemukan Selamat

SITUBONDO, FaktualNews.co – Dilaporkan menghilang saat melaut, dua orang nelayan yang diketahui bapak dan anaknya, yakni Purnomo (49) dan Muhammad Yusuf (22) asal Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, Selasa (18/2/2020).

Diperoleh keterangan, sebelum dilaporkan hilang oleh keluarganya, bapak dan anak ini berangkat melaut di perairan Suboh, pada Minggu (16/2/2020) sekitar pukul 19.00 WIB. Keduanya pergi melaut menggunakan perahu bermotor jenis fiber.

Namun, sebelum tiba di tempat pencarian ikan yang dituju, tiba-tiba hujan deras melanda kawasan perairan Besuki, Situbondo. Akibatnya, kedua nelayan tersebut kehilangan arah. Bahkan, bapak dan anak ini kesasar hingga ke perairan Bangkalan, Madura.

“Saat hujan deras, saya kehilangan arah hingga kesasar ke perairan Bangkalan, Madura,” kata Purnomo, saat ditemui di rumahnya, Minggu (18/2/2020).

Mengetahui dirinya kesasar hingga ke Bangkalan, keduanya langsung memutar arah ke Perairan Situbondo. Keduanya sempat berpapasan dengan nelayan setempat di tengah laut, hingga akhirnya keduanya tiba di perairan Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo.

Purnomo mengatakan, selama dua hari perjalanan dari perairan Bangkalan Madura, setelah kehilangan arah, dirinya dan anak pertamanya ini tidak makan, hanya minum air saja.

“Selain hanya minum air, saya dan anak juga tidak tidur selama dua hari,” bebernya.

Menurutnya, saat hujan deras, dirinya hanya mengikuti lampu yang menyala. Namun ternyata, lampu yang hidup bukan daratan, melainkan lampu dari kapal yang menyala dan ada di tengah laut.

Koordinator Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo Puryono membenarkan, dua orang nelayan bernama Purnomo dan anaknya, yang sempat dinyatakan hilang, ditemukan dalam kondisi selamat.

“Setelah dilaporkan hilang saat melaut oleh keluarganya, Alhamdulillah, keduanya pulang dengan selamat. Sempat kesasar ke perairan Bangkalan, Madura,” ujar Puryono.