SITUBONDO, FaktualNews.co – Syamsul Arifin (29), warga Desa Cemara, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, nyaris tewas dihakimi ratusan massa. Pasalnya, dia kepergok mencuri sepeda motor Honda Beat di Masjid Ponpes Syalafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jumat (21/2/2020).
Beruntung, saat ratusan massa mulai beringas, tim Resmob Polres Situbondo yang dipimpin Aiptu Hudoyo mendatangi lokasi kejadian. Untuk menyelamatkan jiwanya, petugas langsung mengamankan tersangka ke Mapolres Situbondo.
Ironisnya, dalam melakukan aksinya mencuri motor milik Edi Susanto (32), warga Desa Palangan, Kecamatan Jangkar, Situbondo, tersangka menyaru sebagai pencari amal untuk pembangunan masjid di kampung halamannya.
Diperoleh keterangan, terungkapnya tersangka mencuri sepeda motor milik korban, berawal saat korban Edi Susanto salat Jum’at di masjid Ponpes Sukorejo, tersebut. N
Namun, usai melaksanakan salat Jum’at, korban tertidur di teras masjid. Pada saat itulah, korban mendengar suara sepeda motornya berbunyi dan dketahui dibawa kabur oleh tersangka. Sehingga korban langsung mengejar tersangka sembari berteriak maling.
Khawatir tak nutut untuk mengejar tersangka, korban langsung melempar korban dengan menggunakan batu, Akibatnya, korban terjatuh di lokasi kejadian. Bahkan, begitu mengetahui yang terjatuh pencuri motor, ratusan massa tanpa dikomando, mereka langsung menghakimi tersangka curanmor, dengan menggunakan tangan kosong.
Akibatnya, wajah tersangka nyonyor dihakimi ratusan massa di lokasi kejadian. Khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, petugas langsung menggelandang tersangka ke Mapolres Situbondo.
Kapolres Situbondo, AKBP Sugandi mengatakan, selain berhasil mengamankan terduga pelaku curanmor, petugas juga berhasil barang bukti dua unit sepeda motor hasil curiannya. Uang pecahan ribuan dengan total sebesar Rp. 900 ribu, yang diduga merupakan hasil dari mencari amal untuk pembangunan masjid.
“Berdasarkan pengakuan pelaku, dia sudah dua kali melakukan aksi curanmor. Pertama di lakukan di Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi, sedangkan yang kedua dilakukan di masjid Ponpes Sukorejo,”pungkas AKBP Sugandi.