FaktualNews.co

Pencarian Korban Perahu Terbalik di Jombang,  Hingga Mojokerto

Peristiwa     Dibaca : 396 kali Penulis:
Pencarian Korban Perahu Terbalik di Jombang,  Hingga Mojokerto
FaktualNews.co/Muji Lestari/
Mayat ketiga yang dievakuasi Tim Penyelamat.

JOMBANG, FaktualNews.co – Pasca ditemukannya satu mayat korban tragedi perahu di brantas Jombang. Tinggal satu korban lagi yang hingga saat ini belum berhasil ditemukan.

Rencananya, Tim Rescue akan memperluas pencarian satu  korban tersebut hingga wilayah Mojokerto.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Pertimbangan ini dilakukan mengingat kondisi arus sungai Brantas yang cukup deras, ditambah volume air yang cukup melimpah sangat memungkinkan korban terseret hingga puluhan kilometer.

“Kendala kami memang debit air yang deras, besok kami akan lanjutkan pencarian satu korban yang belum ditemukan, rencananya akan kami perluas hingga Rolak Songo, Mojokerto,” kata Ketua Tim Penyelamat, Novix Heriadi, Selasa (3/3/2020).

Satu korban berjenis kelamin perempuan berhasil ditemukan oleh petugas gabungan, Selasa (3/3/2020) siang di wilayah Kecammatan Kesamben, Jombang. Mayat tersebut ditemukan sekitar 20 kilometer dari lokasi awal kejadian.

Hingga saat ini, proses identifikasi terhadap jenazah tersebut  masih berlangsung. Sehingga petugas belum bisa memastikan korban ketiga tersebut adalah Lutvy Dwi Septina (23) warga Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Jombang, ataukah Anista Sugandis (18) warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Bandarkedungmulyo, Jombang.

Sebelumnya, peristiwa nahas itu terjadi pada, Sabtu, 29 Februari 2020 sekitar pukul 22.00 WIB. Perahu tambang atau jasa penyeberangan di sungai Brantas yang menghubungkan wilayah Nganjuk dan Jombang di Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, tersebut terbalik setelah mesin perahu mengalami masalah.

Baling-baling perahu tak bisa berfungsi karena tersangkut kotoran saat perahu mulai menyeberang. Saat peristiwa itu, debit air Sungai Brantas cukup deras dan tinggi.

Enam orang yang ada di atas perahu pun panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan melompat kedalam sungai. Hanya saja, dari enam korban, hanya dua orang saja yang berhasil selamat, sedangkan empat lainnya tak tertolong.

Dua orang yang selamat yakni, Sukar (55) warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, dan Feriansyah (25) warga Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk.

Sedangkan empat yang dinyatakan hilang, yakni Surip (45) selaku awak perahu. Kemudian seorang remaja perempuan bernama Anista Sugandis (18). Keduanya merupakan warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang.

Kemudian Dadang, warga Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patian Rowo, Nganjuk. Serta Lutvy Dwi Septina (23) warga Desa Pacarpeluk, Kecamatan Mengaluh, Kabupaten Jombang.

Tiga korban telah ditemukan dengan kondisi tak bernyawa sedangkan satu korban lagi sampai saat ini masih terus dilakukan pencarian.

 

 

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Nurul Yaqin

YUK BACA

Loading...