FaktualNews.co

6 Demonstran dan 4 Petugas Keamanan Dirawat

Unjuk Rasa Petani dan Mahasiswa di Jember Berujung Ricuh

Peristiwa     Dibaca : 351 kali Penulis:
Unjuk Rasa Petani dan Mahasiswa di Jember Berujung Ricuh
Faktualnews.co/Muhammad Hatta
Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono menjenguk korban mahasiswa yang terluka.

JEMBER, FaktualNews.coUnjuk rasa petani dan mahasiswa di Jember pada Senin (9/3/2020) sore berakhir ricuh. Diperoleh informasi 6 pengunjuk rasa terluka dan dilarikan ke RS Jember Klinik dan RS Kaliwates.

Unjuk rasa terlihat memanas mulai pukul 14.00 WIB karena ratusan mahasiswa dan petani itu kecewa tidak ditemui oleh Bupati Jember, Faida. Kericuhan berawal saat pihak keamanan melarang massa aksi yang akan memasang spanduk berisi protes di pagar Kantor Pemkab Jember.

“Aksi kita di depan Pemkab itu, untuk menemui bupati. Tapi dibilang oleh salah satu protokoler pemkab, tidak ada. Padahal kita tahu, Bupati Faida ada di Pendapa,” kata salah seorang mahasiswa Irvan Supandi, Senin (9/3/2020) sore.

Seandainya bupati hadir dan menemui, kata Irvan, tidak ada aksi yang berakhir ricuh ini. “Karena kita tahu bupati tidak jauh dari lokasi aksi. Jadi sangat disayangkan kejadian ini,” ungkapnya.

Senada dengan yang disampaikan Irvan, Ketua Cabang PMII Jember Baijuri mengatakan, aksi anarkis ini tidak harusnya terjadi, karena pada waktu itu teman-teman sudah melakukan aksi damai.

“Tapi kami punya video yang cukup objektif untuk menjadi kekuatan hukum. Tadi itu langsung diserobot dan dipukul oleh oknum-oknum polisi itu,” kata Baijuri.

Baijuri mengaku menyayangkan persoalan ini. Bahkan dirinya mengungkapkan, biasanya dalam aksi PMII selalu didampingi Kapolres Jember. “Tapi kami tidak melihat adanya kapolres. Sehingga sangat disayangkan terjadi aksi yang berakhir ricuh ini,” katanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, Kasat Intel Polres Jember Iptu Darto Darmawan mengatakan, aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh ini tidak harus terjadi. Karena tidak hanya mahasiswa, dari pihak kepolisian dan Satpol PP juga jadi korban.

“Ada empat orang anggota kami (polisi) yang jadi korban, saat ini juga sedang menjalani perawatan,” kata Darto saat dikonfirmasi wartawan.

Darto menjelaskan, bupati yang ingin ditemui oleh ratusan mahasiswa PMII itu, memang tidak ada ditempat. “Kejadian ini amat kami sayangkan. Seharusnya tidak sampai terjadi,” katanya.

Pantauan wartawan di RS Jember Klinik, Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono menjenguk korban pascakejadian sekitar pukul 17.30 WIB bersama jajarannya. Aris menanyakan kondisi korban.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...