FaktualNews.co

Bahrul Ulum Jombang Gandeng RS Swasta Sosialisasi Cara Bebas Corona

Kesehatan     Dibaca : 995 kali Penulis:
Bahrul Ulum Jombang Gandeng RS Swasta Sosialisasi Cara Bebas Corona
FaktualNews.co/syarief abdurrahman
Santri Bumi Damai Almuhibbin saat praktik memakai masker

JOMBANG, FaktualNews-Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang bekerjasama dengan rumah sakit (RS) swasta di Jombang melakukan sosialisasi cara mengantisipasi wabah corona kepada para santri.

Menurut Pengurus Pondok Pesantren Bahrul Ulum asrama Bumi Damai Al-Muhibbin M Fadlan Murtadlo, saat ini dibutuhkan kebijaksanaan dan advokasi edukasi dalam menghadapi wabah corona.

Semisal menjelaskan cara penggunaan masker yang baik, cara cuci tangan, cara melakukan pertolongan pertama pada saudara yang sakit.

Selain itu, penyebab penyebaran corona juga harus dipahami para santri. Sehingga secara mandiri para santri bisa menjaga dirinya sendiri.

“Ini program Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum ke semua unit pendidikan yang ada dalam satu yayasan. Yang sosialisasi dr. Iwan dari Rumah Sakit Islam Jombang dan petugas kesehatan Puskesmas Tambakberas,” katanya, Selasa (17/3/2020).

Fadlan menambahkan, para dokter juga menjelaskan kepada santri pola hidup bersih dan sehat. Meliputi makanan sehat, lingkungan sehat, olahraga, cara cucitangan pake sanitizer/sabun.

“Dijelaskan juga adab batuk atau bersin agar tidak menggangu orang sekitar,” tambahnya.

Bumi Damai Al-Muhibbin juga meminta wali santri untuk menjenguk putra-putrinya untuk sementara waktu. Tidak juga mengirim barang kepada para santri baik berupa paket atau langsung. Semua hal ini demi kebaikan bersama, santri dan orang tua.

“Kebijakan ini berlaku hingga tanggal 31 Maret 2020. Pengajian untuk umum juga ditunda sementara. Semoga semua diberikan kebaikan semua,” katanya.

Di Tambakberas sendiri santrinya berkisar pada angka 14 ribu orang. Para santri ini berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Dengan jumlah sebanyak itu maka perlu pekerjaan ekstra dan sinergi berbagai pihak.

Mengatasi penyebaran wabah korana perlu kerja semua pihak yang secara sadar berjalan sesuai petunjuk tim kesehatan. Sadar diri dan tidak ikut mempersulit orang di sekitar berawal dari menjaga diri sendiri.

“Takut beda dengan waspada, antisipasi sebagai wujud syukur nikmat dan ikhtiar,” tandasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono