Peristiwa

‘Satgas Pasar’ Kota Probolinggo Dibentuk, Pantau 11 Pasar Secara Bergulir

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – UPT Pasar Kota Probolinggo, membentuk sub unit yang bertugas mengatasi permasalahan yang terjadi di pasar. Bagian di bawah komando kepala UPT itu diberi nama Petugas Lapangan. Nama kerennya Satuan Tugas (Satgas) Pasar.

Dibentuk dan efektif bekerja mulai, Senin (16/3/2020) kemarin, anggotanya 10 pegawai pasar diketuai Agus Hari Wibowo. Kesepuluh pegawai tersebut bertugas membereskan dan mencari solusi atas persoalan yang terjadi di 11 pasar. Baik yang disebabkan oleh internal pedagang atau laporan dari masyarakat.

Kabar tersebut disampaikan Muhammad Arif Billah, Kepala UPT Pasar, Selasa (17/3/2020) siang di kantornya. Selain bertugas seperti yang telah disebutkan, Satgas, melakukan pemantauan, pengecekan di 11 pasar setiap hari bergiliran. Tujuannya, agar mengetahui kondisi pasar ter-update.

Diharapkan, petugas yang masih berusia 2 hari itu, mampu merespon cepat (Quick Respons) permasalahan yang diketahui saat bertugas di lapangan atau laporan pedagang sendiri serta laporan masyarakat.

“Misalnya, melakukan penataan pedagang dadakan yang diketahui saat bertugas di lapangan,” jelas Arif.

Pria yang tinggal di Kelurahan Pilang ini, kemudian memberi contoh permasalahan internal antar pedagang yang pernah dialami. Seperti ukuran bedak atau kios yang tidak sama, letak atau posisi berjualan yang tidak strategis sehingga dagangannya sepi pembeli.

Belum lagi, persoalan pedagang yang berjualan di luar pasar atau dekat pasar. Seperti, pedagang buah yang berjualan di jalan Prajurit Siaman, sisi timur pasar. Dan lagi, pedagang sayur Pasar Gotong Royong yang pindah berjualan di trotoar pasar baru. Mereka dikomplain pedagang buah dan sayur yang berjualan di dalam Pasar Baru.

“Masih banyak permasalahan lain. Saya kuwalahan, lalu kami bentuk Satgas,” ujarnya.

Mengingat, pasar yang ditangani UPT jumlahnya bertambah. Sebelumnya, 11 pasar yang dimiliki Pemkot, dibawah komando 3 kepala UPT. Yakni UPT Pasar Gotong Royong, Pasar Baru dan UPT Pasar Wonoasih. Sementara saat ini digabung menjadi satu, yakni UPT Pasar Kota Probolinggo.

“Sebelumnya, saya kepala UPT Pasar Wonoasih membawahi 5 pasar berkatagori kecil. Sekarang 11 pasar termasuk pasar besar,” tambahnya.

Tentang sarana dan prasarana yang turut menunjang pekerjaan Satgas, Arif mengatakan, akan diusahakan sambil jalan. Saat ini dalam melaksanakan tugasnya, satgas menggunakan kendaraan bak terbuka (Pikap) milik UPT Pasar.

“Mobil ini dulu nggak jelas penggunaannya. Sekarang dimanfaatkan satgas. Demi kelancaran tugasnya. Masih pakai kursi kantor,” kata Arif, seraya menunjuk kursi panjang kantornya.

Rencananya, kendaraan yang sudah dilebeli UPT Pasar Kota Probolinggo itu, akan dibawa ke bengkel untuk dipasangi kursi. Sebagaimana layaknya kendaraan patrol yang dimiliki Polresta atau Satpol PP. Tentang tugas Satgas, Arif menyatakan, tidak akan melampaui kewenangan Satpol PP.

“Jika masalah pasar tidak bisa diselesaikan Satgas, ya kami serahkan ke Satpol PP. Sesuai kewenangannya,” pungkasnya.