FaktualNews.co

Bongkar Permainan Suplier ‘Beras Oplosan’, Polres Sumenep Bidik Tersangka Lain

Hukum     Dibaca : 320 kali Penulis:
Bongkar Permainan Suplier ‘Beras Oplosan’, Polres Sumenep Bidik Tersangka Lain
Faktualnews.co/Supanji
Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi, saat menggelar konferensi pers penetapan tersangka beras oplosan. Jumat (20/3/2020), di halaman Mapolres setempat.

SUMENEP, FaktualNews.coPasca menetapkan LA (inisial perempuan) sebagai tersangka dengan pasal berlapis, saat ini Polres Sumenep, tengah mengembangkan keterlibatan pihak lain yang berhubungan dengan suplier sekaligus pemilik gudang UD Yudhatama Art yang berlokasi di Jalan merpati 3A Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep.

“Sementara kita lakukan penetapan tersangka LA sebagai pemiliknya, tidak menutup kemungkinan ada tersangka berikutnya, karena saat ini kami tengah melalukan pendalaman terhadap fakta fakta lain,” terang Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi, Jumat (20/3/2020), saat rilis kasus di halaman Mapolres setempat.

Disinggung mengenai keterlibatan Affan Group yang diduga menaungi UD Yudhatama Art, pihaknya polres mengaku tidak akan tinggal diam.

Bahkan, mantan Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota ini mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika memiliki informasi praktik dugaan pengoplosan beras di lokasi lainnya.

“Kami berharap bantuan informasi dari masyarakat, karena informasinya, kegiatan usaha Affan Group ini banyak di beberapa tempat, jadi kami mohon informasinya kepada masyarakat, dimana praktik pengomposan beras di tempat lainnya,” tegas Deddy.

Selain itu, berdasarkan penyangkaan pasal yang telah ditetapkan penyidik Satreskrim Polres Sumenep, tersangka dijerat pasal berlapis, bahkan UD Yudhatama Art disebut juga belum mengantongi legalitas.



LA ini, dijerat pasal 62 UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen yang berbunyi pelaku usaha dilarang memproduksi maupun melakukan kegiatan tidak sesuai standar.

Kemudian, pasal 139 UU nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, bahwa pelaku usaha dilarang membuka kemasan akhir produk pangan tersebut, untuk dikemas kembali kemudian diperdagangkan.

Pasal lain yang juga turut disangkakan, pasal 106 UU nomor 7 tahun 2014 tentang pangan, pelaku usaha dilarang melakukan perdagangan tanpa izin.

“Kami sedang melakukan pendalaman, tidak menutup kemungkinan ada tersangka berikutnya, untuk tersangka LA terancam hukuman 5 tahun,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort Sumenep, membongkar suplier ‘nakal’ beras pada Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau program sembako.

Penggerebekan oleh korps baju coklat di salah satu gudang penyuplai beras di Jalan merpati 3A Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, pada Rabu (26/2/2020), sekitar pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), Gudang Yudatama Art diketahui telah mengoplos beras Bulog dengan beras petani, kemudian dikemas dalam karung berbagai merek.

 

 

• Baca berita-berita menarik hasil liputan Supanji
Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...