FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Imbas Covid-19, Peribadatan di Gereja Katolik Mojokerto Ditiadakan

Peristiwa     Dibaca : 1084 kali Penulis:
Imbas Covid-19, Peribadatan di Gereja Katolik Mojokerto Ditiadakan
FaktualNews.co/amanu
Gereja Katolik Santo Yosef yang berlokasi di Jalan Raya Pemuda, Kelurahan Gedongan, Kecamatan Krangan, Kota Mojokerto.

MOJOKERTO, FaktualNews.co – Wabah Virus Corona atau Coronavirus Desease (Covid)-19 juga mengharuskan gereja Katolik di Mojokerto meliburkan jemaatnya dari peribadatan di gereja. Pihak gereja meminta jemaat beribadah di rumah masing masing.

Seperti Gereja Katolik Santo Yosef di Jalan Raya Pemuda, Kelurahan Gedongan, Kecamatan Krangan, Kota Mojokerto.

Sebelumnya gereja tersebut sudah menyiapkan beberapa fasilitas untuk melangsungkan ibadah pada Sabtu dan Minggu, seperti tempat cuci tangan, Hand Sanitizer dan menerapkan sistem Social Distancing.

Namun demi lebih efektifnya dalam menghindari penyebaran virus corona, ibadah jemaat di gereja ditiadakan.

Sekretaris Dewan Pastoral Paroki (DPP) Mojokerto Fransheri (51) mengatakan, peniadaan ibadah di gereja katolik Santo Yosef dan yang berada di bawah naungannya tak lepas dari pertimbangan tentang penyebaran virus Corona di Mojokerto.

“Tadi kami sudah briefing dengan pengurus gereja, dan hasilnya ibadah di gereja Santo Yosef ditiadakan hingga Minggu depan. Namun kita tetap meminta agar pada jemaat beribadah di rumah masing masing,” ungkapnya, Minggu (22/03/2020).

Kata dia, peniadaan ibadah di gereja tak hanya di Kota Mojokerto melainkan di beberapa gereja katolik yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Seperti di Pacet, Trawas, Dawarblandong serta di wilayah Kecamatan Mojagung Jombang dan di Kecamatan Krian Sidoarjo.

“Kita tak mau mengambil risiko terkait penyebaran virus corona yang dinilai cukup berbahaya, makanya alternatif lain yakni meminta para jemaat beribadat di rumah masing masing,” ucapnya.

Apalagi, sambungnya, jumlah jemaat di Kota Mojokerto terhitung cukup banyal, sekitar 1300-an.

Sehingga, jika dipaksakan melakukan ibadat di dalam gereja akan mengundang kerumunan massa yang bisa jadi terjadi penyebaran.

Sebenarnya, imbuh Fransheri, sebelum mengambil keputusan meniadakan ibadah di gereja, beberapa hari lalu pihak sudah menyiapkan peralatan antisipasi semuanya.

Mulai dari mempersiapkan tempat cuci tangan, tisu, Hand Sanitizer dan menerapkan sistem Social Distancing.

“Kami juga membatalkan beberapa kegiatan bakti sosial yang sudah direncanakan. Tapi akhirnya kami pilih untuk meniadakan peribadatan di gereja, demi lebih meminimalkan risiko,” tandasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono