FaktualNews.co

Gula Pasir di Kota Mojokerto Tembus Rp. 18 Ribu, Walikota Pastikan Stok Aman

Peristiwa     Dibaca : 68 kali Penulis:
Gula Pasir di Kota Mojokerto Tembus Rp. 18 Ribu, Walikota Pastikan Stok Aman
FaktualNews.co/Fuad Amanullah
Salah seorang pedagang saat menunjukan gula di pasar Tanjung Kota Mojokerto.

MOJOKERTO, FaktualNees.co – Walikota Mojokerto Ika Puspitasari memastikan kebutuhan pokok di Kota Mojokerto aman. Warga pun diminta untuk tidak melakukan panic buying ditengah maraknya wabah virus Corona atau Covid-19.

Dia menekankan masyarakat tidak usah khawatir soal ketersediaan kebutuhan bahan makanan pokok.

“Stok pangan aman. Memang Corona ini bukan hanya sekedar isu atau hoaks. Virus ini tidak nampak, tapi aksinya begitu nyata. Saya minta semuanya waspada tapi jangan sampai terjadi kepanikan,” kata Ning Ita, sapaannya pada Kamis (26/3/2020).

Hingga saat ini, menurutnya, tidak ada pembatasan pembelian bahan makanan pokok yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto. Sehingga warga pun diimbau untuk tidak melakukan penyetokan dalam kapasitas yang besar. Dengan demikian, nantinya tidak akan muncul panic buying di pasar.



“Kalau untuk pasar tradisional tidak ada pembatasan, tapi kalau di toko modern mungkin ada. Karena stok di toko modern tidak banyak. Kita selalu berkoordinasi dengan TPID (Tim Pengendali Inflasi daerah) dan TPIP (Tim Pengendali Inflasi Pusat), bagiamana kebutuhan pangan bahan pokok aman,” imbuhnya.

Kendati demikian, Nita Ita tak menampik jika ada beberapa komoditi bahan makanan pokok dan bumbu dapur yang saat ini melonjak tajam. Diantaranya gula pasir. Saat ini, harga gula pasir di pasaran mencapai Rp. 18.000 per kilogram (Kg) dari harga sebelumnya Rp. 14.000 per-Kg. Sementara harga cabai rawit saat mencapai Rp. 50.000 per-Kg.

Kata dia, memang ada kenaikan yang signifikan untuk gula di kisaran 20%. “Tapi informasi dari TPIP hari ini gula impor sudah masuk dan akan didistribusikan melalui TPID se-Indonesia. Selain itu yang naik sangat signifikan cabai. Karena suplay menurun jadi harganya naik signifikan. Sembako yang lain masih stabil,” terangnya.

Ning Ita juga mengaku sudah menerima Surat Edaran (SE) dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terkait dengan adanya kenaikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp. 50.000. Sehingga, jumlah bantuan yang bakal diterima penerima manfaat sebesar Rp. 200.000.



“Mulai bulan April dinaikan Rp50 ribu sehingga menjadi 200 ribu dalam rangka, bagaimana masyarakat penerima manfaat bisa tercukupi kebutuhan dasarnya ditengah mewabahnya virus Corona ini,” paparnya.

“Kami mengimbau tetap berada di rumah. Karena kita tidak tahu tubuh kita yang sehat, tetapi sudah membawa virus tersebut. Sehingga bisa menularkan ke orang lain. Jadi harus waspada, tapi jangan panik,” tegas Ita.

Sementara itu, salah satu penjual di pasat Tanjung Ardian Firmansyah, membenarkan, jika beberapa bahan pokok seperti gula mengalami kenaikkan yang signifikan sejak adanya wabah corona. Sejak satu bulan lalu, seperti gula mengalami kenaikkan bertahap mulai dari Rp. 14.000, kemudian naik jadi Rp. 15.000, dan sekarang sudah jadi Rp. 18.000 perkilonya.

“Mulai satu bulan sejak wabah masuk itu yang gula naiknya bertahap dari Rp. 14.000, Rp. 15.000, terus naik jadi Rp. 17.000, dan sekarang jadi Rp. 18.000 perkilonya. Belum empon-empon, tadinya Rp. 36.000 jadi Rp. 44.000 per kilo. Tapi masih tetap dibeli warga,” imbuhnya.

 

 

• Baca berita-berita menarik hasil liputan Fuad Amanullah
Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...