FaktualNews.co

Tanggapi Keluhan Bau Busuk Pembakaran Limbah Medis, Bupati Sidak RSUD Lumajang

Peristiwa     Dibaca : 463 kali Penulis:
Tanggapi Keluhan Bau Busuk Pembakaran Limbah Medis, Bupati Sidak RSUD Lumajang
FaktualNews.co/efendi murdiono
Sidak Bupati Lumajang ke tempat pembakaran sampah medis di RSUD dr Haryoto

LUMAJANG, FaktualNews.co-Komplain warga atas bau tidak sedap dari cerobong asap pembakaran sampah medis RSUD dr Haryono direspons Bupati Lumajang Thoriqul Haq, dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD setempat, Kamis (2/4/2020).

Thoriq meninjau mesin pembakar sampah atau limbah padat dan cair. Dia meminta insinerator yang merupakan mesin dengan teknologi pembakaran bertemperatur tertentu tersebut diperbaiki, sehingga sisa pembakaran sangat minim.

Thoriq mengatakan insinerator ini sangat bermanfaat bagi perusahaan atau instansi. Salah satunya seperti RSUD dr Haryoto yang menghasilkan limbah medis banyak setiap harinya, dan itu harus dimusnahkan untuk menjaga lingkungan.

“Jadi yang anda (masyarakat sekitar RSUD dr Haryoto) sampaikan sudah selesai, dan akan ditindaklanjuti oleh pihak rumah sakit,” ungkapnya.

Lebih lanjut Thoriq menjelaskan akan menunjuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membangun insinerator guna membantu RSUD dr Haryoto dalam pembuangan limbah medis yang menimbulkan keresahan masyarakat sekitarnya.

Namun dirinya menegaskan, dalam pembangunan alat tersebut perlu rencana untuk dianggarkan serta membutuhkan waktu juga.

“Nantinya DLH merencanakan, jadi sekitar tiga tahun ke depan sudah ada alat pembakaran limbah medis yang dimiliki DLH Lumajang,” jelasnya.

Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang, dr Halimi Maksum menjelaskan pada 2019 lalu insinerator itu mendapatkan izin operasional serta mesin tersebut sudah termasuk mesin pembakaran limbah medis tercanggih yang dimiliki RSUD.

“Insinerator ini sudah yang termutakhir, dan sudah diperbaiki sedemikian rupa dari insinerator sebelumnya, serta mesin ini sudah memenuhi syarat dari standarnya, memiliki perizinan dan legalitas teknis dan sebagainya,” jelasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono