FaktualNews.co

Dampak Covid-19, Pemkab Trenggalek Harus Menghemat APBD Rp 400 M

Ekonomi, Kesehatan     Dibaca : 502 kali Penulis:
Dampak Covid-19, Pemkab Trenggalek Harus Menghemat APBD Rp 400 M
FaktualNews.co/Suparni
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

TRENGGALEK, FaktualNews.co-Pandemi Covid-19 berdampak cukup berat bagi Kabupaten Trenggalek secara ekonomi. Sehingga APBD yang telah disahkan harus distrukturisasi melalui kegiatan Mendahului Perubahan Anggaran Keuangan (MPAK).

Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek harus segera memutuskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 yang baru.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

“Kebutuhan yang mendesak hal ini, sudah kami konsultasikan dengan DPRD Trenggalek. Untuk membahas perubahan anggaran, karena di luar kewajaran,” ungkap Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin, Sabtu (11/4/2020).

Dalam hal ini, lanjut Arifin, Pemkab Trenggalek harus menghemat anggaran hingga Rp 400 miliar, akibat penurunan pendapatan asli daerah (PAD), karena penutupan beberapa objek wisata, hingga penundaan pembayaran beberapa sektor pajak.

Menurutnya, dalam komunikasi tersebut dibahas menggambarkan bahwa dana transfer pusat tidak ada. Kemudian kemungkinan PAD yang terkoreksi, akibat beberapa pendapatan pajak yang ditangguhkan selama pandemi Corona.

Selain itu kemungkinan besar akan ada pengurangan pemasukan atau koreksi dari sisi PAD sekitar Rp 316 milyar.

“Dari situ berarti jika tidak ada tranfer pendapatan lain dari pusat, dan PAD tidak bisa targer akibat pandemi corona. Maka harus ada Rp 316 miliar di kolom belanja yang harus juga dikoreksi,” terannya.

Ditambahkan Arifin, sedangkan untuk kegiatan yang dikoreksi apakah belanja pegawai, belanja tidak langsung, perjalanan dinas dan sebagainya, termasuk yang paling berat bagi adalah jika harus mengkoreksi kegiatan-kegiatan yang sifatnya belanja modal dirasakan langsung oleh masyarakat.

Beban pemkab yang semakin berat, ketika ada penyisiran anggaran untuk penanganan covid-19 dengan skinario terburuk, yang besarannya diantara Rp 80 miliar, hingga Rp 100 miliar.

“Dari situ setidaknya relokasi anggaran Rp 400 miliar yang harus ada dalam SPBD guna support terhadap penanggulangan wabah Covid 19,” pungkasnya.

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...