FaktualNews.co

Pamit Cari Burung, Pria Tua di Ngawi Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Hutan

Peristiwa     Dibaca : 405 kali Penulis:
Pamit Cari Burung, Pria Tua di Ngawi Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Hutan
FaktualNews.co/Zaenal Abidin
Jenazah korban saat dievakuasi petugas di rumah duka.

NGAWI, FaktualNews.co – Seorang lelaki tua ditemukan tidak bernyawa di pinggir jalan hutan Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Sabtu (11/4/2020) sekitar pukul 18.45 WIB. Korban diketahui bernama Suparno (68), warga setempat.

Diperoleh inforamsi, Sabtu pagi sebelum ditemukan meninggal, korban berpamitan ke Mariati, isterinya untuk berangkat mencari burung di area hutan. Sudah menjadi kebiasaan korban mencari burung di hutan menggunakan jaring.

Sekitar pukul 14.30 WIB korban pulang ke rumah dan makan. Setengah jam kemudian, atau pukul 15.00 WIB, korban kembali ke hutan untuk mencari burung.

Namun tidak seperti biasanya, hingga pukul 18.00 korban tak kunjung pulang. Mariati kemudian berusaha mencari suaminya ke area hutan yang menjadi kebiasaannya berburu burung, dibonceng anak lelakinya.

Mariati mendadak terkejut, kala melihat suaminya tergeletak di pinggir jalan hutan. Tahu jika yang tergeletak itu adalah suaminya, karena sepeda motor yang digunakan korban juga berposisi tergeletak di sampingnya.

Sontak saja, isteri korban berteriak histeris. Teriakan itu pun didengar petugas jaga hutan dan menghampiri sumber suara. Melihat bahwa korban sudah tidak bernafas, seketika petugas jaga hutan melapor ke kantor Polsek Paron.

“Kita mendapat laporan petugas Perhutani. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban,” jelas Iptu.Suyitno, Kapolsek Paron saat dihubungi FaktualNews.co.

Dikatakannya, terdapat luka dengan darah mengalir pada bagian bibir korban, diduga akibat terbentur jalan saat terjatuh dari kendaraannya.

“Diduga korban mengalami serangan jantung mendadak, hingga menyebabkan meninggal dunia,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...