Peristiwa

Mengaku Relawan Pemkab dan Kumpulkan KTP, Tukang Cukur Dibawa ke Mapolres Jember

JEMBER, FaktualNews.co – Pria bernama Saiful Basori yang mengaku sebagai relawan Pemkab Jember, dibawa warga Lingkungan Ledok Lor, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, ke Mapolres Jember, Selasa malam (14/4/2020).

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pangkas rambut ini, diduga meresahkan warga karena mengepul fotokopi KTP dan KK di lingkungan setempat. Mereka khawatir fotokopi kartu identitas tersebut dikhawatirkan akan disalahgunakan.

Dikonfirmasi soal itu Pemkab Jember memastikan tidak ada relawan atau siapapun yang ditugaskan untuk mengumpulkan fotokopi identitas warga itu.

Ketua RW 22 Lingkungan Ledok Lor Muhammad Rifai menjelaskan, mulanya pada siang harinya ia mendapat informasi dari grup whatsapp (WA) RW se-kelurahan Jember Kidul, bahwa ada salah seorang warga yang meminta fotokopi KK dan KTP dengan dalih untuk pendataan bantuan covid-19 dari Pemkab Jember.

“Tentu saja informasi itu sempat membuat gaduh di grup tersebut, lantaran para ketua RW merasa dilangkahi wewenangnya. Biasanya jika memang program dari pemerintah daerah, pastinya akan melalui RT/RW di lingkungan masing-masing,” kata Rifai saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (14/4/2020) malam.

Apalagi kemudian, lanjut Rifai, Lurah Jember Kidul yang tergabung dalam grup whatsapp RW, sudah memastikan bahwa tidak ada program dari Bupati Jember untuk meminta fotokopi KK dan KTP.

“Lah baru dibahas di WA itu, sekitar jam 7 malam ini tadi, relawan itu sudah keliling di lingkungan kami. Bahkan 70 KK yang dimintai fotokopi identitas (KK dan KTP) dari total 120 KK,” katanya.

Lantaran merasa resah dengan kegiatan pendataan yang tak jelas ini, Rifai pun langsung menginstruksikan warganya menolak pendataan melalui pengeras suara musala, dan bagi yang terlanjur memberikan dimohon untuk meminta kembali data yang terlanjur diberikan.

Ternyata, relawan yang mengaku dari pemkab ini, merupakan warga yang juga tinggal di lingkungan setempat. “Namanya Pak Saiful Basori, sehari hari berprofesi sebagai tukang pangkas rambut itu. Jadi untuk meminta kembali data yang sudah dihimpun cepat,” katanya.

Menurut Rifai dalih yang digunakan oleh relawan yakni untuk pendistribusian bantuan penanganan covid-19 Rp 400 Miliar dari Pemkab Jember.

“Langsung saja kita panggil wartawan, dan langsung ke polres karena meresahkan warga ini. Agar ada tindakan tegas dari aparat hukum, karena ini melanggar hukum,” tegasnya.

Rifai menambahkan, dari peristiwa ini dirinya bersama beberapa warga termasuk relawan yang mengaku utusan Pemkab Jember dimintai keterangan di Mapolres dari pukul 10 malam.

“Tadi saya dengar saat interogasi, relawan ini masih ngaku jika benar-benar atas arahan bupati,” pangkasnya.

Dikonfirmasi terpisah melalui ponselnya, Kepala Dinas Kominfo Jember Gatot Triyono menegaskan, Bupati Jember tidak pernah menginstruksikan melakukan pendataan meminta fotokopi KK dan KTP untuk bantuan covid-19.

“Tidak benar ada yang mengaku relawan dan mengatasnamakan utusan Pemkab Jember,” kata Gatot.

Namun demikian, hingga berita ini ditulis wartawan belum mendapatkan hasil resmi perihal interogasi dari pihak kepolisian.