Peristiwa

Covid-19, Pasien Positif di Tulungagung Jadi 15 Kasus

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Pasien positif covid-19 di Kabupaten Tulungagung, bertambah satu orang, total menjadi 15 orang.

Sekretaris Posko Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Didik Eka mengatakan, satu pasien positif covid-19 itu berjenis kelamin laki – laki dengan usia 33 tahun. Dia masuk kluster tenaga medis yang meninggal dunia dari Kabupaten Kediri.

“Pasien inisial MA sebelumnya menunggu bapaknya di rumah sakit. Kemudian meninggal dunia bukan karena covid. Selang beberapa hari, MA mengalami gejala pneumonia kemudian ditetapkan sebagai PDP,” terang Didik, (16/4/2020).

Setelah menjalani perawatan, secara klinis MA dinyatakan sehat dan akhirnya dipulangkan. Setelah itu, Rabu (15/4/2020) sore  ada informasi dari Provinsi Jatim yang bersangkutan positif covid-19..

Satgas kemudian menjemput MA untuk melakukan karantina. Selain itu, satgas juga melakukan tracing terhadap warga yang kontak dengan pasien tersebut. Terdapat tujuh orang langsung dilakukan rapid test.

Hasilnya, dua orang dinyatakan positif yakni kakak kandung pasien laki – laki, dan kakak iparnya perempuan. Seorang dengan gejala nyeri telan langsung dibawa ke Puskesmas penyangga, sedangkan satu orang tanpa gejala dibawa ke rusunawa IAIN Tulungagung untuk dikarantina, Kamis (16/4/2020) sore.

“Jadi total ada 15 positif covid-19. Satu sudah dinyatakan sembuh, satu dirawat, dan 13 dikarantina di tempat yang sudah kami sediakan. Sedangkan semua pasien dalam pengawasan (PDP) sudah kami ambil swab tenggorokan untuk dilakukan tes PCR ke Balitbangkes Kemenkes RI,” jelas Didik.

Didik kemudian menceritakan kisah pasien pertama yang dinyatakan sembuh dari covid-19. Pasien dengan inisial AH setelah dinyatakan sembuh langsung dibawa pulang di Kecamatan Tulungagung.

Namun, agar pasien yang sudah sembuh itu bisa diterima masyarakat satgas menerjunkan tiga pilar di Kecamatan Tulungagung.

“Karena perlu penyesuaian di masyarakat, yang bersangkutan juga bisa berkegiatan seperti sediakala. Maka tiga pilar termasuk pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Kapolsek, dan Danramil memberi pemahaman kepada masyarakat. Alhamdulillah setelah dua hari, masyarakat tidak bergejolak sudah bisa menerima dengan baik,” jelasnya.