FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Jebakan Tikus Beraliran Listrik Tewaskan Pemasangnya di Paron Ngawi

Peristiwa     Dibaca : 883 kali Penulis:
Jebakan Tikus Beraliran Listrik Tewaskan Pemasangnya di Paron Ngawi
FaktualNews.co/Zaenal Abidin
Anggota Polsek Paron Ngawi, saat melakukan olah TKP.

NGAWI, FaktualNews.co – Pemasangan jebakan tikus menggunakan aliran listrik di sawah, kerapkali memakan korban si pemasangnya. Kali ini menimpa Suwito (59),warga Dusun Sambirejo, Desa Gelung, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

Dia ditemukan tewas akibat tersengat listrik yang dipasangnya sendiri, pada Senin (20/4/2020) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB. Sebelumnya, sektiar pukul 05.30 WIB, korban berpamitan pergi ke sawahnya, untuk mematikan aliran listrik yang dialiri pada jebakan tikus.

Korban memang sengaja memasang jebakan beraliran listrik menggunakan mesin genset itu, lantaran serangan hewan pengerat itu kerapkali membuat tanaman padinya rusak.

Beberapa saat kemudian, Katmono (43) tetangga korban yang juga pergi ke sawahnya, mendadak dikejutkan dengan kondisi korban tergeletak di lokasi kejadian. Berniat menolong, Katmono pun berusaha mengangkat tubuh korban. Namun, dirinya malah kesetrum aliran listrik. Seketika itu, tubuh korban langsung dilepasnya. Lalu giliran Katmono juga tergeletak pingsan.

Peristiwa ini pun cepat diketahui warga sekitar, karena memang saat itu jam petani pergi ke sawah. Didapati, korban Suwito sudah tidak bernyawa. Sementara Katmoono mengalami pingsan. Kemudian, warga melapor ke Mapolsek Paron.

“Benar, ada dua korban kesetrum listrik jebakan tikus. Yang satu meninggal yakni atas nama Suwito. Dan satunya mengalami pingsan dan sudah dilarikan ke Puskesmas,” jelas Iptu.Suyitno Kapolsek Paron saat dihubungi FaktualNews.co.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban Suwito. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi petugas ke rumah duka dibantu warga sekitar.

Jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan, setelah pihak keluarga menerima kejadian tersebut merupakan musibah dan menolak dilakukan autopsi lanjutan.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas