FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Satu Desa di Tulungagung Terancam Karantina Wilayah

Kesehatan     Dibaca : 1365 kali Penulis:
Satu Desa di Tulungagung Terancam Karantina Wilayah
FaktualNews.co/Latif Syaipudin
Salah satu gang di Desa Jabalsari yang ditutup.

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Pascapenmuan beberapa orang hasil tracking yang dinyatakan positif Covid-19 melalui rapid test, muncul wacana Pemkab Tulungagung bakal menerapkan karantina wilayah terhadap Desa Jabalsari Kecamatan Sumbergempol.

Wacana tersebut bahkan telah diterapkan oleh pihak Pemerintah Desa dan Pemkab Tulungagung juga mulai mempertimbangkannya.

Pembahasan karantina wilayah Desa Jabalsari bermula setelah adanya satu pasien Covid-19 hasil swab yang merupakan kasus ke-16 berasal kluster 01 dari pasien berinisial H asal Kebupatan Kediri, yang diduga melakukan kontak erat dengan banyak warga sekitar rumahnya.

Kontak erat terjadi ketika para warga melayat di rumah ayah korban yang meninggal akibat sakit bukan karena Covid-19. Bahkan, dari beberapa sumber menyatakan jika selain warga setempat dan saudaranya, ada kerabat dari Kabupaten Gresik yang juga melayat.

Sesuai hasil penelusuran Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, kasus ke-16 tersebut berasal dari kasus pasien berinisial H asal Kabupaten Kediri. Keduanya dilaporkan telah melakukan kontak di salah satu RSUD ketika ayah pasien ke-16 menjalani rawat inap sebelum meninggal.

Akibat kabar tersebut, per Selasa (21/04/2020) kemarin, warga telah menutup akses berupa gang kecil di wilayahnya dan hanya menyisakan jalan utama.

Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo membenarkan adanya wacana karantina wilayah di Desa Jabalsari Kecamatan Sumbergempol.

“Langkah itu dilakukan lantaran terdapat penambahan temuan positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test,” terangnya, Rabu (22/04/2020).

Menurutnya, jika dilakukan secara swadaya hal itu wajar dan tepat untuk dilakukan lantaran untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tak hanya itu, Bupati juga mengaku jika diterapkan karantina wikayah nantinya juga akan mempermudah Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung dalam melakukan tracing pada tiap-tiap warga.

“Saya pikir semakin ditemukan maka memudahkan untuk membuat satu pemetaan penanganan. Ketika PDP yang diketahui banyak, kita juga akan berhati-hati. Kita tracing dan lebih hati-hati,” jelasnya.

Menurutnya, warga tersebut terpapar Covid-19 setelah melakukan kontak erat atas pasien positif Covid-19 inisial MA (33) asal Sumbergempol.

“Langkah itu wajar karena dalam tracing didapati penambahan positif berdasarkan rapid. Untuk itu kita mengimbau kepada masyarakat Tulungagung. Untuk menerapkan social distancing dan tidak kumpul-kumpul,” kata Maryoto.

Sementara itu, salah seorang warga Jabalsari yang tak ingin menerangkan namanya mengaku, mereka mendapat instruksi oleh pemerintah desa untuk melakukan penutupan akses gang-gang kecil di daerahnya.

Langkah ini terpaksa mereka lakukan setelah mengetahui adanya temuan warga Jabalsari yang positif Covid-19 dan sudah menularkan ke tetangganya dan saudaranya.

“Sudah mulai kemarin dilakukan lockdown ini mas. Jadi gak bisa kemana-mana dirumah saja. Ya mudah-mudahan cepat selesai ini musibah,” ujar salah seorang warga.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh