FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Kembali, Seorang Petani di Ngawi Tewas Tersengat Jebakan Tikus

Peristiwa     Dibaca : 778 kali Penulis:
Kembali, Seorang Petani di Ngawi Tewas Tersengat Jebakan Tikus
FaktualNews.co/Istimewa
Petugas Polsek dan Puskesmas Padas Kabupaten Ngawi saat memeriksa korban.

NGAWI, FaktualNews.co – Nahas dialami Nur Nyamin (51) warga Dusun Krawut, Desa Bendo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Petani meninggal di sawah tersengat listrik jebakan tikus pada sekitar pukul 22.30 WIB, Minggu (26/4/2020) malam.

Informasi yang diperoleh, kejadian tersebut berawal sewaktu Nur Nyamin bersama Nur Cahyono (37) pergi ke sawah untuk berburu tikus yang sudah menjadi hama sawahnya. Usai Salat Tarawih mereka berdua berangkat ke sawah untuk berburu tikus. Sesampai di area persawahan, keduanya berpencar.

Tidak berselang lama, tiba-tiba Nur Cahyono mendengar suara jeritan dari rekannya tersebut. Khawatir terjadi hal yang tak diinginkan, dia pun bergegas mendatangi sumber suara jeritan. Kaget bukan kepalang, sesampai di lokasi dia mendapati Nur Nyamin tertelungkup dalam kondiri mengejang.

Sadar dengan apa yang sedang terjadi, dia pun berlari ke rumah yang menjadi sumber aliran listrik, meminta untuk mematikan aliran yang tengah menyengat tubuh Nur Nyamin.

Bersama warga, Nur Cahyono pun segera balik ke tempat Nur Nyamin meregang nyawa akibat aliran listrik. Sayang sekali, setiba di lokasi itu, warga mendapati korban sudah meninggal dunia. Mereka pun melapor ke Polsek Padas.

“Memang korban meninggal akibat terkena setrum listrik yang dipasang di sawah sebagai jebakan tikus,” jelas Kapolsek Padas, AKP Pujianto, dikonfirmasi FaktualNews, Senin (27/4/2020) .

Menurut Pujianto, sesaat setelah mendapat laporan pihak Polsek bersama tim medis dari Puskesmas Padas meluncur ke lokasi untuk melakukan pengecekan visum luar pada korban.

“Pihak keluarga korban telah menerima kematian korban sebagai musibah dan tidak akan menuntut pada pihak manapun. Selanjutnya jenazah korban diserahkan pada pihak keluarga,” terang Pujianto.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh