FaktualNews.co

Jenuh Diisolasi, Pasien Positif Covid-19 di Tulungagung Berusaha Kabur

Kesehatan     Dibaca : 628 kali Penulis:
Jenuh Diisolasi, Pasien Positif Covid-19 di Tulungagung Berusaha Kabur
Faktualnews.co/latif
Rusunawa IAIN Tulungagung, lokasi TM diisolasi.

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co-Sejak beberapa hari terakhir ini, beredar pesan berantai via WhatsApp (WA), tentang satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Tulungagung berusaha kabur dari tempat dia menjalani isolasi.

Pasien asal Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung ini berusaha kabur dari tempat ia diisolasi, yakni di Rusunawa IAIN Tulungagung.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Pihak Satgas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Tulungagung membenarkan adanya pasien yang berusaha kabur dan kemudian viral di medsos tersebut.

Namun dia menyatakan, kini pasien tersebut sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan tempat dia diisolasi.

Dikatakan, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, berinisial TM laki-laki 53 tahun asal Kecamatan Pakel.

Namun, dalam kesehariannya ia juga tinggal di lingkungan perumahannya salah satu perumahan di Kecamatan Tulungagung Kota.

Akibat informasi melalui pesan berantai di whatsapp, merebak kekawatiran warga di lingkungan tempat tinggal TM di Kecamatan Tulungagung Kota.

Sekretaris Posko Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Dinkes Tulungagung Didik Eka mengatakan, TM memang sempat mengancam akan kabur dari rusunawa IAIN Tulungagung.

“Benar, memang ada kabar tersebut yang beredar,” jelas Didik Eka, Jumat (1/5/2020).

Diduga TM belum bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan merasa tidak betah berada di rusunawa. TM merupakan pekerja keras, sehingga tidak terbiasa bila tidak bekerja.

“Namun setelah dilakukan pendekatan petugas kesehatan yang berjaga di rusunawa, kini TM sudah mulai bisa beradaptasi di lingkungan rusunawa,” terangnya.

Menurut Didik, kondisi tiap individu dalam menerima kenyataan positif Covid-19 berbeda, sehingga wajar bila ada pasien yang belum siap mentalnya.

Sebelumnya tim kesehatan juga masih berupaya menelusuri asal tertularnya TM dan sampai sekarang belum tuntas. Namun dari beberapa anggota keluarga maupun orang yang pernah kontak dengan TM, seluruhnya negatif saat dilakukan rapid test.

Hasil swab TM keluar pada 26 april lalu dan dinyatakan positif Covid-19. Sebelumnya TM juga sempat dirawat di RSUD dr Iskak dan berstatus PDP (pasien dalam pengawasan).

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...