FaktualNews.co

Ambrol, Jembatan di Probolinggo Akan Diganti Jembatan Darurat Bailey

Peristiwa     Dibaca : 149 kali Penulis:
Ambrol, Jembatan di Probolinggo Akan Diganti Jembatan Darurat Bailey
FaktualNews.co/agus salam
Pekerja tengah melakukan pekerjaan pengeboran di jembatan yang akan diganti bailey.

PROBOLINGGO, FaktualNews.co-Meski tidak bisa dilewati akibat ambrol, Jembatan Kedungasem, Kota Probolinggo, Jawa Timur, tidak akan dibongkar.

Balai Besar Jalan Nasional VIII Kementerian PUPR akan membangun jembatan darurat model bailey di atas jembatan yang lama.

Jembatan bailey merupakan jembatan rangka baja yang umumnya digunakan sebagai jembatan darurat yang bersifat sementara.

Jembatan darurat itu dipasang, agar bisa dilewati kendaraan sebelum
lebaran atau hari raya Idul Fitri.

Selain itu, jembatan yang dinding penahannya ambrol, Minggu (3/5) kemarin, tidak akan diperbaiki tahun ini karena anggaran pembangunannya tidak ada dan akan dianggarkan tahun depan (2021)

Hal tersebut diungkap Pembuat Komitmen (PPK) pada Jalan Nasional Gempol-Pasuruan-Probolinggo, Rudi Napitupulu Pejabat Selasa (5/5) sore di lokasi jembatan.

Kendati jembatan baru sebagai pengganti akan dibangun tahun depan, namun tampak sejumlah pekerja tengah melakukan pekerjaan pengeboran.

Dikatakan, pekerjaan tersebut dilakukan untuk mengetahui struktur tanah, kekuatan dan kedalaman. Hasilnya, akan dilaporkan ke kementerian PUPR sebagai bahan atau acuan pembangunan jembatan baru.

“Untuk mengetahui struktur, kekuatan dan kedalaman tanah. Di sini nanti akan dibangun tiang pancang, untuk kekuatan jembatan,” ujar Rudi.

Setelah pekerjaan pengeboran selesai, akan dilanjutkan pemasangan konstruksi jembatan bailey. Jembatan darurat itu, bukan dipasang di kanan-kiri jembatan lama yang rusak, tetapi akan diletakkan diatasnya.

Pekerjaan pemasangan konstruksi beserta lantai jembatan dimungkinkan
selesai sebelum lebaran.

Sehingga jembatan baru berlantai plat baja tersebut bisa dilewati kendaraan. Disebutkan, tidak semua kendaraan bisa melintas, tetapi hanya kendaraan yang beratnya dibawah 10 ton.

Dengan begitu kendaraan berat seperti trailer bermuatan kontainer, tronton dan truk, tetap tidak bisa lewat.

“Kekuatan jembatan bailey maksimal 10 ton. Kendaraan yang beratnya diatas 10 ton, tidak boleh lewat,” jelasnya.

Karenanya, kendaraan berat dan besar, tetap dialihkan. Untuk kendaraan bertonase berat yang datang dari arah timur (Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso) diminta lewat di Jalan Lingkar Utara (JLU).

Sedang yang dari arah selatan (Jember dan Lumajang) tetap lewat di Jalan Sutami lanjut ke jalan Profesor Hamka.

Begitu juga dengan kendaraan dari arah Barat (Surabaya dan Malang) tidak boleh masuk kota. Sampai di perempatan Pilang harus putar ke utara (Kiri) lewat JLU atau putar ke kanan (Selatan) lewat jalan Brantas.

Jika tidak masuk ke jalan Soekarno-Hatta, dipertigaan Ketapang belok ke selatan (Kanan) lewat jalan raya Bromo.

Saat ditanya konstruksi jembatan bailey Rudi mengatakan, sebagian datang pada Senin malam. Material jembatan bailey akan datang bertahap yang jumlahnya sebanyak 10 truk.

Mengenai kapan jembatan bailey akan dipasang, Rudi menjawab, setelah pekerjaan pengeboran, selesai. “Kalau pengeboran hari ini selesai, pemasangan jembatan bailey ya dimulai besuk,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono Abdillah
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...