FaktualNews.co

Dampak Corona, 5.348 Pekerja Jawa Timur Terkena PHK

Peristiwa     Dibaca : 164 kali Penulis:
Dampak Corona, 5.348 Pekerja Jawa Timur Terkena PHK
FaktualNews.co/Mokhamad Dofir
Puluhan buruh sedang menggelar unjuk rasa di PN Surabaya.

SURABAYA, FaktualNews.co – Jumlah pekerja di Jawa Timur yang kehilangan pekerjaannya akibat wabah corona atau Covid-19 terus melonjak. Terakhir, tercatat 5.348 orang yang terkena PHK.

Jumlah itu berdasarkan data rekapan milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemprov Jatim, per 5 Mei 2020.

Disebutkan, ada 37.751 pekerja dari 766 perusahaan terdampak corona. Rinciannya, 5.348 pekerja di PHK dan 32.403 pekerja dirumahkan.

Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo menyampaikan, sektor usaha yang paling banyak mem-PHK pekerjanya kebanyakan dari sektor perdagangan dan retail. Sedangkan perusahaan yang banyak merumahkan pekerjanya berasal dari sektor hotel serta restoran.



“Kalau untuk sektor hotel dan restoran itu presentasenya mencapai 44,96 persen yang dirumahkan. Kalau untuk PHK presentasenya 27,16 persen,” ujar Himawan, Rabu (6/5/2020).

Kembali dijelaskan Himawan, jumlah pekerja terkena PHK maupun dirumahkan semakin bertambah seiring diberlakukannya Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

“Jadi dalam sepekan penerapan PSBB jumlah pekerja yang terkena PHK bertambah sebanyak 12 orang,” paparnya.

Kendati demikian, menurut Himawan, PSBB sejatinya tidak dijadikan alasan bagi perusahaan di sektor industri untuk mem-PHK ataupun merumahkan para pekerjanya. Sebab, pemerintah tidak melarang industri tetap beroperasi.

“Semua masih bisa dijalankan tapi dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan. Namun, kembali harus diingatkan apabila tempat usaha, pemberi kerja, dan toko juga harus segera melaporkan kepada Faskes (Fasilitas Kesehatan) atau call center jika diketahui di tempatnya ada pekerja yang terindikasi Covid-19,” tutupnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...