FaktualNews.co

Obat Mahal Harga Anjlok, Petani Cabai di Tulungagung Terancam Merugi

Pertanian     Dibaca : 561 kali Penulis:
Obat Mahal Harga Anjlok, Petani Cabai di Tulungagung Terancam Merugi
FaktualNews.co/Latif Syaipudin
Salah satu petani cabai asal Tulungagung.

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Di tengah ancaman pandemi Covid-19, harga cabai turut anjlok mengikuti sejumlah komoditi lainnya.

Harga di tengkulak, cabai rawit maupun jenis lainnya di dikisaran Rp. 10 ribu hingga Rp. 13 ribu rupiah, tergantung tingkat ketersediaan di pasar.

ucapan idul fitri bank jatim
ucapan idul fitri kasatlantas jember
ucapan idul fitri pasuruan
ucapan idul fitri PUJ
ucapan idul fitri PUPR
Ucapan Idul Fitri RSUD Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri dprd jember
ucapan idul fitri mundjidah
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri rsud mojokerto

“Kalau harga, yang mematok tergantung pengepul utama di pasar. Kalau di sini dibeli tengkulak di kisaran Rp. 10 hingga Rp. 13 ribu rupiah,” terang Lukman Hakim salah satu petani cabai di Tulungagung, Rabu (6/5/2020).

Harga obat dan pupuk khusus untuk tanaman cabai juga tinggi. “Sementara tetap operasi kayak biasanya, harga obat juga tetap mahal, meskipun harga jual cabai rendah,” terangnya.

Secara perlahan anjloknya harga cabai mengancam panen para petani. “Kalau ini ada juga yang masih akan panen, kalau harga tidak menentu ya kita biarkan saja seadanya,” paparnya.

Sementara itu, faktor utama yang mengakibatkan harga cabai anjlok, yaitu rendahnya permintaan pasar akibat sepinya daya beli dari masyarakat.

Sebelum pandemi, harga cabai normal berada dikisaran Rp. 20 ribu hingga Rp. 25 ribu rupiah. Kini menyusut hingga 50 persen dari harga normal.

 

Iklan Cukai Lamongan

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...