ucapan idul fitri RSUD Jombang
FaktualNews.co

Legislatif dan Eksekutif Trenggalek Evaluasi Penggunaan Anggaran Penanganan Covid-19

Politik     Dibaca : 88 kali Penulis:
Legislatif dan Eksekutif Trenggalek Evaluasi Penggunaan Anggaran Penanganan Covid-19
FaktualNews.co/Suparni
Ketua DPRD Trenggalek Samsul Anam

TRENGGALEK,FaktualNews.co-Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Trenggalek di masa pandemi Covid-19 terus diawasi.

Dalam hal ini, DPRD Trenggalek mengundang eksekutif untuk meminta penjelasan evaluasi dan rencana kegiatan penggunaan anggaran di tengah Covid-19 saat ini.

Ketua DPRD Trenggalek Samsul Anam mengatakan, pihaknya bersama Pemerintah Daerah melakukan evaluasi dan progres penggunaan anggaran.

Dijelaskannya, dari anggaran APBD yang di setujui kemarin, sebesar Rp 76 milyar dan anggaran tersebut di breakdown pada tujuh instansi.

Ketujuh instansi itu BPBD, Dinas Kesehatan Dalduk, RSUD, Satpol-PP, PUPR, Dinas Pertanian serta Dinas Sosial.

“Jadi ada tujuh OPD yang memiliki tanggung jawab untuk menggunakan APBD sesuai apa yang telah di finalisasi,” ungkapnya, Rabu (13/5/2020).

Sejauh ini, lanjut Samsul, klarifikasi dari seluruh OPD pengguna anggaran telah menggunakan berkisar 13 persen dari anggaran yang tersedia dan sebagian masih dalam proses.

“Dari tujuh OPD tersebut, pencarian belanja tak terduga yang telah terealisasi terdapat pada BPBD sekitar Rp 1,6 miliar, Dinkes Dalduk sekitar Rp 1,2 milar, RSUD Rp 1,1 miliar dan Dispertapan sekitar Rp 200 juta,” terangnya.

Menurut Samsul, dalam penggunaan anggaran di masa Covid-19, OPD lebih fokus pada honorarium petugas kesehatan serta APD dan sebatas rutinitas lain.

Dalam penggunaan anggaran ini tentunya masih terus dikawal oleh anggota DPRD untuk efisiensi, akuntabilitas dan transparansi masih merupakan tujuan DPRD.

“Harapannya agar proses ekonomi tetap berjalan dan APBD perubahan masih menyisakan anggaran. Sehingga masih bisa digunakan untuk program kegiatan lainnya,” tuturnya.

Dalam pembahasan tadi, tambah Samsul, telah disepakati untuk APBD pada KPE akan digunakan sebagai solusi terakhir. Karena telah diketahui bahwa juga banyak bantuan yang bersumber dari pemerintah Provinsi dan Pusat.

Semua anggota DPRD telah sepakat, namun juga tidak menutup kemungkinan di gunakan untuk memberikan semangat kepada Guru Ngaji dan PAUD untuk menyentuh agar bisa memanusiakan manusia.

“Anggota DPRD juga telah mengusulkan adanya bantuan kepada Guru ngaji dan PAUD, karena juga ikut terdampak dengan adanya pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono Abdillah
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...