FaktualNews.co

Mantan Wali Kota Probolinggo, Bagi-bagi Tempe dan Telur

Peristiwa     Dibaca : 283 kali Penulis:
Mantan Wali Kota Probolinggo, Bagi-bagi Tempe dan Telur
FaktualNews.co/Mojo
HM Buchori sedang memotong tempe yang akan dibagikan ke warga.

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – Sejumlah politisi lintas partai, tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Probolinggo, Selasa (26/5/2020) bertemu. Mereka berkumpul di salah satu rumah warga di Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, untuk bersilaturahim.

Usai acara, warga sekitar yang menghadiri perkumpulan tersebut, menerima tempe dan telur dari HM Buchori. Seorang pengusaha yang pernah menjabat Wali Kota Probolinggo dua periode. Dikatakan, apa yang dilakukan sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan usahanya.

Sebagai pengusaha, ia berkewajiban berbagi kepada sesama, terutama warga yang kurang beruntung. Sebelum membagikan bantuannya, HM Buchori berharap, pemberiannya bermanfaat bagi warga.

“Pemberian itu, jangan dilihat barangnya, tetapi manfaatnya. Mudah-mudahan yang kami berikan ini bermanfaat,” ujarnya.

Mantan Wali kota dua periode (2004-2014) ini berpesan, agar warga menyempatkan diri untuk bersilaturahim. Baik kepada keluarga, tetangga dan rekawan sejawat, karena silaturahim selain seseorang menjadi bahagia, juga memperpanjang usia. “Pererat tali silaturahim, agar kita panjang umur,” katanya.

HM Buchori tidak akan menghiraukan, jika apa yang dilakukan dinilai politis. Ia menyadari hal itu, mengingat dirinya seorang politisi yang pernah menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo. “Sah-sah saja penilaian seperti itu. Karena saya memang besar di politik,” tambahnya, tak mengelak.

Hanya saja perlu diketahui, kegiatan bagi-bagi tempe dan telur, menurutnya, sudah dilakukan lama. Yakni, sebelum dirinya berkecimpung dan meleburkan dirinya ke partai politik.

“Sejak bekerja di perusahaan, saya sudah bagi-bagi rezeki. Sebagian dari harta yang kami peroleh, hak orang lain. Untuk bekal kami di akhirat,” tandasnya.

Ditambahkan, kegiatan tersebut akan terus dilakukan dan dijadwalkan seminggu sekali yang lokasinya berpindah-pindah alias tidak menetap. Sasarannya warga tidak mampu, terutama orang yang pernah dekat dengan dirinya.

“Ya, acara seperti ini kami gelar seminggu sekali. Lokasinya di setiap kelurahan,” pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...