Peristiwa

Covid-19, Dua Warga Beji Pasuruan Reaktif  Rapid Tes, Tak Jelas Kelanjutannya

PASURUAN, FaktualNews.co – Dua warga Dusun Gersikan, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, berinisial Msk dan Rby yang dinyatakan reaktif rapid tes oleh Dinas Kesehatan melalui Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, hingga saat ini tak jelas.

Pasalnya, sejak sebulan kedua warga ini berstatus reaktif, ternyata tak ada tindak lanjutnya. Bahkan terkesan digantung. Mereka diminta untuk isolasi mandiri di rumahnya, sembari menunggu swab tes yang dijanjikan.

“Kedua warga ini terus menunggu,” ujar Vicky Arianto, tokoh masyarakat Beji, Jumat (29/5/2020).

Atas nama warga, ia mengaku kecewa terhadap kinerja dari pihak terkait yang membiarkan dua warga itu.

“Kami kecewa terhadap kinerja dari dinas kesehatan yang tak melakukan tindakan apapun. Bagaimana tidak, hampir satu bulan ini kedua warga tersebut dibiarkan dalam ketidak pastian,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, agar kedua warga ini ada kejelasan dan tak selalu berharap dan menunggu untuk tindakan swab tes. Sehingga, kata Vicky, dengan swab tes itu, akan diperoleh kepastian, apakah keduanya reaktif atau negatif.

“Sebulan ini tidak ada kejelasan. Kan kasian keluarganya,” kata Vicky.

Bahkan, lanjut dia, Dinas Kesahatan dan Gugus Tugas telah mewajibkan pada keduanya melakukan isolasi mandiri, akan tetapi tidak diberikan bantuan pangan sama sekali.

“Bantuan pangan dan keperluan lainnya hanya dari pemerintah desa kedungringin dan urunan warga sekitar,” sambungnya.

Sementara Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya, menampik tudingan kalau digantung.

“Sudah ditindak lanjuti. Namun karena banyaknya yang diswab, harus mengantri. Karena jumlahnya yang diswab juga tak sedikit,” terang dia.