FaktualNews.co

Viral, Mantan Preman Bagi-Bagi Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Peristiwa     Dibaca : 310 kali Penulis:
Viral, Mantan Preman Bagi-Bagi Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19
FaktualNews.co/Muhammad Hatta
Agus yang videonya sempat viral, saat menyerahkan sembako kepada salah satu warga.

JEMBER, FaktualNews.co – Beberapa hari belakangan viral sebuah video yang berdurasi 1 menit 46 detik yang menunjukkan seorang pria mengaku mantan narapidana (napi) juga mantan preman, sedang membagi-bagikan sembako kepada sejumlah warga.

Diketahui pria itu bernama Agus Haryanto warga Gebang Poreng, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Saat ditemui wartawan, pria yang diketahui dua kali keluar masuk hotel prodeo itu mengakuk egiatan sosial berbagi sembako yang dilakukannya itu murni bentuk perhatian sosial.

Menurut pria yang kini berdagang kecambah di Pasar Tanjung, Kecamatan Kaliwates itu, banyak warga yang membutuhkan tapi belum mendapat bantuan sembako. Selain itu, dirinya menilai pemerintah setempat tidak tepat sasaran dalam memberikan bantuan.

“Sehingga dengan saya membagikan bantuan ini, divideokan, agar tahu jelas siapa yang benar-benar membutuhkan bantuan. Jadi video yang sempat viral itu, maaf, bukan riya atau pamer. Tapi agar jelas penerimanya siapa dan bagaimana kondisi penerima bantuan itu,” kata Agus saat ditemui saat berdagang kecambah di Pasar Tanjung, Minggu (7/6/2020).

Agus mengungkapkan, aksi sosial berbagi sembako itu dia lakukan bukan karena akan mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

“Tapi murni ingin berbagi karena banyak warga yang mestinya dapat bantuan, tapi luput dari perhatian pemerintah. Yang saya tahu, ada yang dapat bantuan, tapi punya motor dua, dan rumahnya berlantai keramik. Bahkan malah bingung kok bisa dapat beras bantuan, padahal dirinya mengaku mampu,” tukasnya.

Sehingga dengan giat yang dilakukannya itu, kata Agus, agar pemerintah tahu, yang benar memberikan bantuan itu harusnya turun langsung.

“Bukan percaya begitu saja dengan hasil survei dari perangkat desa, tapi di belakangnya ada dugaan permainan. Tapi saya tidak mau suuzan, ya mungkin datanya belum update (diperbaharui, red) lagi,” ujarnya

Agus juga mengungkapkan, giat sosial yang dilakukannya itu, adalah bentuk ilmu yang dia dapatkan selepas keluar dari Hotel Prodeo.

“Jadi saat di pondok itu (mendekam di penjara), saya kan sempat keluar masuk dua kali, sekitar tahun 1998 pernah mendekam di Penjara Grobokan, Bali selama kurang lebih 7 bulan. Kemudian tahun 2008 di Jember (Lapas Kelas IIA), saya juga pernah masuk lagi kasusnya sama, ya 351 (penganiayaan) selama 4 bulan. Nah dari sana saya sadar tentang bagaimana harusnya kita saling peduli dengan sesama,” jelasnya.

Sehingga tanpa harus menunggu pemerintah, harusnya sesama warga atau siapapun saling tolong menolong.

“Jadi dari video saya, ya siapa tahu menginspirasi. Ayo tolong menolong. Tapi agar tepat sasaran, ya turun langsung jangan hanya pencitraan, tapi yang dapat bukan yang membutuhkan sebenarnya,” kata pria yang akrab dipanggil Agus Kecap ini.

Lebih jauh Agus mengatakan, giat berbagi sembako yang dilakukannya sudah dilakukan di 5 kecamatan. Diantaranya Patrang, Kaliwates, Jenggawah, Tempurejo, dan Ajung.

“Alhamdulillah ada puluhan yang tersalurkan. Jika ada yang mau ikut berbagi monggo bersama saya. Tapi sekali lagi tidak ada kepentingan apapun. Niatnya gotong royong bantu sesama, juga agar tepat sasaran,” tuturnya.

Ditanya berapa penonton yang melihat videonya. “Di youtube ada sekitar 2 ribuan penonton, yang di Facebook kurang lebih 3.400-an penonton. Ya Alhamdulilah moga manfaat,” imbuhnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...