FaktualNews.co

Terminal Gayatri Kembali Beroperasi, Sejumlah PO Mulai Layani Trayek Tulungagung-Surabaya

Peristiwa     Dibaca : 213 kali Penulis:
Terminal Gayatri Kembali Beroperasi, Sejumlah PO Mulai Layani Trayek Tulungagung-Surabaya
FaktualNews.co/Istimewa
Bus Bagong ketika menunggu penumpang di terminal Gayatri Tulungagung.

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo, membuat sejumlah armada bus dari terminal Tulungagung memarkir armadanya.

Dampaknya, karena tidak ada armada yang beroperasi di terminal Gayatri Kabupaten Tulungagung, sehingga menjadi terminal mati suri sejak 28 April lalu.

Bahkan, sesuai kebijakan larangan mudik lebaran 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Akibat diterapkannya kebijakan tersebut, terminal Type A Gayatri Tulungagung sangat sepi, meski status terminal tidak dilakukan penutupan.

“Dengan pelarangan armada beroperasi memang sangat dirasakan dampaknya oleh bus. Khususnya rute perjalanan Tulungagung-Surabaya. Mereka memilih tidak beroperasi,” ujar Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Type Gayatri Tulungagung Dukut Siswantoyo melalui Petugas Teknologi dan Informasi Endro Budi Cahyono, Rabu (10/6/2020).

Endro menambahkan, namun kini per tanggal 9 juni kemarin, PO Bagong mulai kembali beroperasi. Bahkan juga membuka trayek Tulungagung-Surabaya.

“Satu yang sudah jalan kembali, dari Bagong,” terangnya.

Lanjut Endro, usai PO Bagong beroperasi rencananya PO Harapan Jaya juga akan kembali beroperasi. “Infonya mulai hari ini (10/6), Harapan Jaya juga mau beroperasi kembali,” papar Endro.

Pasalnya, sejak virus corona menjadi wabah banyak warga yang enggan menggunakan transportasi umum sehingga banyak perusahaan otobus yang memilih memarkir beberapa armadanya.

“Sudah berkurang sejak pandemi covid-19 ini. Ditambah dengan PSBB di Surabaya dan surat larangan sehingga membuat perusahaan tidak berani mengoperasikan kendaraan,” jelas Endro.

Pihaknya pun menerangkan, untuk PO yang beroperasi juga harus memperhatikan protokol kesehatan, pengurangan penumpang hingga 50 persen, penggunaan APD bagi awak bus, serta bagi penumpang juga diwajibkan mengenakan masker dan jika kondisi badan kurang fit maka dilarang menumpang.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...