FaktualNews.co
verifikasi dewanpers faktualnews

Bangunan Gedung SMPN 1 Loceret Nganjuk Ambruk

Pendidikan     Dibaca : 957 kali Penulis:
Bangunan Gedung SMPN 1 Loceret Nganjuk Ambruk
FaktualNews.co/RM Gawat
Gudang bekas ruangan multimedia SMPN 1 Loceret Kabupaten Nganjuk roboh

NGANJUK, FaktualNews.co – Salah satu bangunan SMPN 1 Loceret Kabupaten Nganjuk roboh, Selasa (17/6/2020) siang. Bangunan tersebut merupakan gudang bekas ruangan multimedia yang sudah lima tahun tidak pernah digunakan.

Ruang kelas yang ambruk tersebut, dibangun sejak 2006 lalu. Namun, sekitar lima tahun belakangan, ruangan tidak pernah dipakai lagi lantaran sudah ada ruang pengganti yang memadai.

“Kurang lebih lima tahun belakangan tidak pernah dipakai, karena semua lokasi sudah terpenuhi dan memadahi, sehingga ruang ini dijadikan gudang. Kebetulan saya baru dua tahun di sini, ruang yang ini belum pernah dipakai. Sejak 2006 sampai sekarang belum pernah ada perbaikan sama sekali,” kata Sarwa Utama, Kepala SMP Negeri 1 Loceret, saat dikonfirmasi di area ruang kelas yang roboh, Rabu (17/6/2020).

Ia mengungkapkan, penyebab ruang kelas roboh kemungkinan lantaran sudah lapuk termakan usia. Selain itu, kuda-kuda maupun kayu ventilasi di ruang tersebut sudah terlihat keropos. Pihaknya sengaja mengabaikan bangunan tersebut tanpa melakukan perbaikan, sebab ruangan yang roboh tidak digunakan untuk tempat pembelajaran siswa.

Menurut Sarwa, ketika memperoleh bantuan atau pencairan dana dari pengajuan pengadaan, pihak sekolah akan memprioritaskan perbaikan gedung pada bagian depan sekolah terlebih dahulu. Mengingat, gedung bagian depan sekolah belum pernah diperbaiki sejak pertama dibangun, bahkan atapnya masih dari asbes.

Disinggung mengenai rencana pemanfaatan ruang kelas yang roboh ini untuk ke depan, Sarwa Utama menyebut, pihak sekolah belum melakukan perencanaan. Namun, ia berkeinginan suatu saat akan menjadikan ruangan tersebut sebagai eletronik library (perpustakaan elektronik) bagi siswa.

“Rencananya ke depan saya buatkan elektronik library untuk pembelajaran buku elektronik,” pungkas Sarwa.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas