FaktualNews.co

Viral di Medsos Pasar Sawahan Mojokerto Ditutup, GTPP Covid-19 : Itu Hoaks!

Kesehatan     Dibaca : 432 kali Penulis:
Viral di Medsos Pasar Sawahan Mojokerto Ditutup, GTPP Covid-19 : Itu Hoaks!
Kondisi Pasar Sawahan, Bangsal, Kabupaten Mojokerto

MOJOKERTO, FaktualNews.co-Beredar surat edaran di media sosial (medsos) WhatsApp yang menyebut Pasar Sawahan Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, ditutup sementara.

Dalam pesan tersebut dijelaskan, penutupan pasar untuk menghindari dan penyebaran terpaparnya virus Covid-19 oleh penjual dan pembeli yang lainnya serta masyarakat di wilayah pasar tersebut.

Ucapan KFM
iklan Walikota Pasuruan
iklan RSUD Mojokerto
iklan satlantas jember
iklan-hari-kartini-jember
iklan Ucapan Jember HIPMI
iklan Ucapan Jember BPJS
iklan Ucapan Jember Demokrat
iklan Ucapan Jember

Surat edaran itu juga menyebutkan penutupan sementara aktivitas Pasar Sawahan Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal selama 14 hari ke depan terhitung mulai 18 Juni 2020 sedang 1 Juli 2020.

Beredarnya kabar penutupan sementara pasar tesebut dibenarkan oleh Rokim, salah satu pemilik kios di Pasar Sawahan Desa Sumbertebu Kecamatan Bangsal.

“Benar ada informasi pasar akan ditutup, informasi itu beredar di WhatsApp sejak kemarin malam,” kata Rokim, Jumat (19/6/2020).

Namun, menurut Rokim kabar yang beredar tersebut dibantah petugas atau mantri pasar. Mantri pasar mengaku belum menerima surat edaran resmi dari Pemerintah daerah.

“Mantri pasar mengaku belum menerima surat edaran apapun dari pemerintah daerah,” terangnya.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto menyebut Surat edaran yang beredar ke masyarakat tersebut tidak benar alias hoaks.

Menurut dia, Pemkab Mojokerto sampai saat ini masih mengevaluasi pertimbangan yang cukup banyak untuk menutup Pasar Sawahan Desa Sumbertebu Kecamatan Bangsal.

“Itu surat tidak jelas, tidak ada yang tanda-tangan dan kop dinas. Ini masih mau dikoordinasikan, dirapatkan dengan Gugus Tugas,” tegas Ardi.

Ardi menjelaskan, untuk menutup pasar faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah aspek ekonomi dan kesehatan.

Selain itu dampak positif dan negatif juga menjadi pertimbangan jika pasar benar-benar harus ditutup sementara dari semua aktivitas pedagang dan pembeli.

“Yang reaktif juga belum tentu akibat infeksi Covid-19. Saat ini masih dievaluasi terus karena pemerintah sudah menegaskan sejak awal, perekonomian harus dipulihkan.

Terutama di pusat-pusat perdagangan, seperti pasar tradisional, pasar modern, hotel hingga sentra PKL sebagai pusat perekonomian rill masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Senin (15/6/2020) tim hunter Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, Dinkes Kabupaten Mojokerto beserta jajaran Pemkab Mojokerto menggelar rapid test on the spot di dua pasar tradisional di Kabupaten Mojokerto.

Yakni Pasar raya Mojosari dan Pasar Sawahan Desa Sumbertebu Kecamatan Bangsal.

Hasilnya dari dua pasar tradisional tersebut 80 orang dinyatakan reaktif. Mereka 2 orang dari Pasar Legi dan Pasar Raya Mojosari, selebihnya 78 orang dari Pasar Sawahan Kecamatan Bangsal.

Diketahui di Pasar Sawahan Desa Sumbertebu Kecamatan Bangsal Gugus Tugas Covid-19 Mojokerto juga mencatat 3 orang terkonfirmasi positif corona.

Pertama pasien perempuan usia 58 tahun warga Kecamatan Bangsal, ia adalah seorang pedagang di Pasar Sawahan Bangsal. Dia tercatat pasien positif corona pada 19 Mei 2020.

Kedua, perempuan berusia 72 tahun warga Kecamatan Bangsal, ia adalah seorang pembantu pedagang di Pasar Sawahan Bangsal. Dia tercatat pasien positif corona pada tanggal 3 Juni 2020.

Ketiga, pasien perempuan usia 55 tahun warga Kecamatan Mojoanyar seorang pedagang di Pasar Sawahan Bangsal. Dia tercatat pasien positif corona pada 4 Juni 2020.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono

YUK BACA

Loading...