Ekonomi

Masih Sepi Order, Penyedia Jasa Hajatan di Banyuwangi Mengeluh

BANYUWANGI, FaktualNews.co – Pesta pernikahan harus diundur sejak pandemi Covid-19. Pemerintah melarang kerumunan serta mewajibkan physical distancing untuk mencegah persebaran virus Corona.

Tak hanya mempelai pengantin dan keluarganya yang harus menahan keinginan menggelar pesta di acara yang menggembirakan itu, imbas wabah virus Corona tentu saja juga dirasakan pihak-pihak yang melayani jasa hajatan.

Penyedia jasa video dan fotografi pengantin (wedding photograph and video), tentu saja juga terdampak dengan kondisi itu. Permintaan yang sudah dijadwalkan jauh sebelum wabah, dibatalkan untuk memenuhi ketentuan itu. Dan kemudian, sampai saat ini, permintaan masih sepi karena situasi tak juga kunjung berubah membaik.

Bagus Deny Setiawan, pemilik Niken Image, penyedia jasa yang bergerak di bidang videografi  pengantin dan pariwisata, mengatakan, pembatalan untuk order acara pernikahan dia alami sejak tiga bulan yang lalu.

“Dari mulai adanya Covid-19 semua acara dibatalkan hingga sekarang sudah tidak bisa bekerja. Keluhan kami dan juga teman-teman penyedia jasa pernikahan lainya semua sama. Itu satu-satunya pekerjaan kami,” kata Bagus, Sabtu (20/6/2020).

Warga Dusun Pasinan, Desa/Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi itu berharap segera ada solusi bagi pelaku usaha yang terdampak seperti dia.

“Tentu bantuan sosial cukup berarti di tengah kedaruratan ini, meskipun saya pribadi tak pernah mendapat dan tak ingin mendapatkan. Yang kami butuhkan adalah solusi, jalan keluar bagaimana warga seperti kami ini bisa mengatasi masalah ekonominya secara mandiri,” tegas Bagus.

Menyikapi keluhan itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemerintah Kabuoaten Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda, mengatakan, dalam waktu tidak lama lagi Pemkab Banyuwangi akan mulai menerapkan tatanan normal baru (new normal).

Namun demikian, menurutnya, ada fase-fase yang harus dilalui secara bertahap. “Untuk acara hiburan masuk dalam fase ke-tiga setelah wisata, restoran dan kebutuhan pokok berjalan,” kata Yanuar Bramuda, Sabtu (20/6/2020).

Kata dia, saat ini Dinas Kesehatan sedang menyusun standar protokol kesehatan terkait hal itu.

“Nanti sebelum berjalan, pasti akan ada simulasinya. Untuk itu masih di persiapkan oleh Dikes” pungkasnya.