Kesehatan

Pasca Bidan DR Wafat, Ratusan Karyawan Puskesmas dan Warga di Jombang Di-Rapid Test

JOMBANG, FaktualNews.co-Pasca meninggalnya bidan DR, sekitar 40 orang di Desa Jabon Kecamatan/Kabupaten Jombang menjalani rapid test. Selain itu, 94 karyawan Puskesmas Peterongan juga dirapid test.

Ini setelah bidan inisial DR dinyatakan meninggal akibat positif terinfeksi virus corona, sehari setelah dia dimakamkan.

Kegiatan rapid test ini diungkapkan salah satu warga Desa Jabon, Eko Wahyudi yang juga mantan Kepala Desa setempat. Ke-40 warga tersebut menjalani Rapid Test di Puskesmas setempat. Dan hasil rapid seluruhnya nonreaktif.

“Puluhan orang itu mulai dari keluarga pasien, kerabat, tetangga, dan semua orang yang sempat memandikan jenazah bidan DR,” ujar Eko, Minggu (21/6/2020).

Eko mengatakan rapid test tersebut untuk melakukan deteksi dini terhadap paparan virus corona. Sebab, setahunya, saat itu prosesi pemakaman DR dilakukan tanpa menggunakan protokol Covid-19.

“Setelah dimakamkan, baru hasil swabnya keluar dan dinyatakan positif. Almarhumah sempat dirawat di RSUD selama beberapa hari,” tandasnya.

Kepala Puskesmas Peterongan, dr Helena Agustine mengakui sempat melakukan sterilisasi dan rapid test kepada 90-an pegawai di puskesmas setempat.

Hanya saja dia enggan memberikan komentar terkait salah satu Bidan yang meninggal dunia karena Covid-19 ini.

“Disinfeksi memang sempat kami lakukan tapi aktivitas dan pelayanan tidak sampai kami tutup. Ada sekitar 94 pegawai yang sudah kami rapid test dan hasilnya semua nonreaktif,” kata Helena.

Bidan berinisial DR sehari-hari bertugas di Puskemas Peterongan meninggal dunia di RSUD Jombang pada Kamis, 18 Juni 2020 lalu.

Dia sempat diisolasi dan dirawat selama empat hari sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. Hasil swab DR keluar sehari setelah dimakamkan dan DR dinyatakan positif.