FaktualNews.co

Korban Uang Bansos di Rekening Raib di Kota Probolinggo, Bertambah

Peristiwa     Dibaca : 182 kali Penulis:
Korban Uang Bansos di Rekening Raib di Kota Probolinggo, Bertambah
FaktualNews.co/Mojo
Nenek Supina dikunjungi warga saat nyantai di luar rumahnya.

PROBOLINGGO, FaktualNews.co – Korban kasus dugaan penggelapan dana bantuan ASLUT (Asistensi Sosial Lanjut Usia Terlantar), Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, bertambah. Jika sebelumnya hanya seorang, kini bertambah 2 orang dan menjadi 3 orang.

Tak hanya yang hidup, kasus yang sempat menimbulkan berbagai pertanyaan dan spekulan itu, juga dimungkinkan menimpa 2 warga yang sudah meninggal. Mereka di antaranya, Bu Sami, warga RT 5 RW 1, dan Sutama warga RT 4 RW 1, kelurahan setempat.

Rencananya, korban tambahan 2 orang itu yakni, Supina (75) dan Muhammad Irsyat (14) tersebut juga akan melapor ke Polres Probolinggo Kota, Senin (29/6.2020) besok. Dimungkinkan, keduanya akan didampingi W Djando, penasehat hukumnya bersama warga setempat.

Saat dihubungi, Minggu (28/6/2020) siang, Aminah (45) salah seorang sanak Supina membenarkan rencana tersebut. Hanya saja, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan, OPD terkait dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos). Mengingat, orang tuanya belum memiliki rekening dan ATM Bansos Aslut.

Tanda bukti tersebut dipegang pendamping Aslut Kelurahan Pilang dan sempat ditunjukkan ke orang tuanya. Namun, tidak diserahkan ke Supina dan tetap dipegang pendamping Aslut, Lukman Hakim. Alasannya, khawatir hilang.

“Dibawa pak Lukman sama KTP-nya. Rekeningnya masih di sana, kalau KTP-nya sudah diambil,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Supina. Ia lalu mengaku, sejak 2017 hingga saat ini pendamping Aslut pernah menemui dirinya, sambil memperlihatkan rekening dan ATM, Lukman kemudian menyerahkan uang Rp 200 ribu.

‘Rekening dan ATM dibawa Lukman lagi. Katanya takut hilang. Saya diberi uang Rp 200 ribu saat itu. Sampai sekarang belum pernah diberi lagi,” aku Supina.

Sementara itu, Sri Handayani, orang tua Muhammad Irsyat, akan melaporkan orang yang mengambil uang bansos yang ada di rekening anaknya tersebut. Perempuan yang biasa disapa Sri itu menyebut, Rp 2,8 juta yang raib.

‘Pingin tahu, siapa yang mengambil uang di rekening anak saya. Kami nggak pernah menerima uang itu,” tandasnya.

Saat ditanya, kok tahu kalau anaknya mendapat bantuan dari Aslut dan PKH (Program Keluarga Harapan) sedang dirinya tidak tahu kalau putranya yang cacat sejak lahir, terdaftar di kedua bansos tersebut.

“Ceritanya sama dengan Bu Suryo Tiwani. Kami tahu dari bu Wahyu, pendamping PKH Pilang,” ujarnya.

Wahyuni datang ke rumahnya dan menanyakan rekening dan ATM. Sri berterus terang ke pendampng PKH, kalau putra bungsunya menerima bantuan program ASLUT dan PKH, apalagi soal rekening.

“Terus saya disuruh laporan kehilangan. Lalu sama bu Wahyu diajak ke BNI. Untuk ngurusi rekening dan ATM baru. Saya terkejut saat ada transaksi pengeluran Rp 2,8 juta. Saya tanya ke sana ke mari, nggak ada yang tahu,” jelasnya

Basuki Rahmat, bapak dari M Irsyat juga mengaku, kalau anaknya terdaftar di Bansos Aslut dan PKH. Tak hanya dirinya, Sri Handayani, istrinya juga tidak tahu. Ia mengetahui anaknya mendapat bantuan, setelah Wahyuni datang ke rumahnya.

“Kami berdua tidak tahu siapa yang mendata anak saya. Kalau soal laporan, terserah istri. Saya mendukung,” katanya singkat.

Dalam kesempatan itu, Basuki menjelaskan, kalau pendamping dari bantuan anaknya, bukan Lukman Hakim. Tetapi, informasi yang didapat, warga kelurahan Sumbertaman. Saat dihubungi salah seorang wartawan, mantan pendamping Aslut Pilang Lukman Hakim, enggan berkomentar soal Bansos atas nam Supina.

Mengenai warga yang diduga menerima bansos Aslut yang telah meninggal dunia disampaikan Solihin. Pria yang mengaku cucu dari Sutama tersebut pernah mendengar kalau neneknya setelah meninggal mendapat uang dari Lukman.

“Saya nggak tahu pasti. Yang tahu persis, ibu dan adik saya,” katanya singkat yang diangguki istrinya.

Sedang untuk Bu Sami, diperoleh informasi dari Aminah, anak Supina. Dikatakan, kalau bu Sami yang kini sudah meninggal mendapat bansos seperti orang tuanya. “Bu Sami itu dulu dapat bantuan seperti orang tua saya. Ya, bersamaan dengan ibu saya,” katanya singkat.

Baca Sebelumnya: Soal Uang Bansos di Rekening Raib, Keluarga Nenek Penerima Lapor ke Polresta Probolinggo

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas
Tags
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...