FaktualNews.co

Covid-19, Pasien Anak di Tulungagung Dapat Sarana Bermain

Kesehatan     Dibaca : 339 kali Penulis:
Covid-19, Pasien Anak di Tulungagung Dapat Sarana Bermain
FaktualNews.co/latif
Suasana ketika Tim Tagana bersama petugas kesehatan mengajak bermain anak di lokasi wahana bermain anak di kompleks karantina IAIN Tulungagung.

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co-Tim Tagana (Taruna Tanggap Bencana) Kabupaten Tulungagung berinisiatif membuat wahan bermain bagi pasien anak yang tengah dikarantina di Rusunawa IAIN Tulungagung.

Selama ini pasien anak di kompleks tersebut kesulitan mengakses sarana dan prasarana bermain.

Harapannya dengan dibuatnya wahana bermain tersebut, para anak-anak yang tengah menjalani karantina tidak jenuh dan stres.

“Sekarang yang sedang dikarantina ada 4 anak, kalau akumulasi pasien dibawah 17 tahun yang pernah dikarantina ternyata sudah ada 28 anak yang menjalani karantina di sini,” terang Imam Syafi’i, Koordinator Tim Dukungan Psikososial Tagana Tulungagung, Selasa (30/6/2020).

Dibuatnya wahana bermain tersebut lantaran petugas jaga atau yang bertanggungjawab stay di lokasi kompleks karantina, khususnya Tim Tagana yang selalu bersinggungan langsung dengan para pasien merasa prihatin dengan pasien anak.

“Kalau untuk permaian, ada dari donator, bahkan untuk sumbangan permainan sudah sangat banyak, kemudian kita buat wahana bermain,” jelasnya.

Sementara itu, dr Emy Yulianti, dokter spesialis anak RSUD dr Iskak Tulungagung menerangkan, dengan adanya wahana bermain ini maka anak diharapkan dapat menghindari anak stress.

“Ini bagus untuk anak, bisa meningkatkan imunitas tubuh kalau anak merasa senang, dapat mengurangi tekanan yang bisa saja terjadi,” jelasnya.

Selain itu, dengan perasaan anak yang senang, diharapkan juga akan mempengaruhi percepatan kesembuhannya.

dr Emy juga berharap, ketika nanti pasien anak kembali ke masyarakat maka dapat diterima dengan baik, jangan ada anggapan negative.

“Karena ada kasus, saudaranya saja yang dikarantina, malah si anak yang masih ada hubungan kerabat di rumah dijauhi temannya,” paparnya.

Dari kasus tersebut, pihaknya berharap kepada masyarakat, jika semua anak memiliki hak yang sama dan ingin memiliki teman.

Pihaknya juga menegaskan, jika seseorang sudah dinyatakan sembuh maka seseorang tersebut sudah tidak memiliki potensi untuk menularkan.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Sutono
Tags