FaktualNews.co

Temuan Benda Diduga Gapura Bawah Tanah di Jember, Begini Kata Pegiat Sejarah

Peristiwa     Dibaca : 614 kali Penulis:
Temuan Benda Diduga Gapura Bawah Tanah di Jember, Begini Kata Pegiat Sejarah
FaktualNews.co/Muhammad Hatta
Susunan batu bata yang diduga merupakan gapura bersejarah ditemukan di Dusun Krajan, Desa Ledokombo, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember.

JEMBER, FaktualNews.co – Penemuan susunan batu bata yang diduga merupakan gapura bersejarah di Dusun Krajan, Desa Ledokombo, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember menghebohkan warga.

Sejauh ini, belum bisa dipastikan apakah temuan itu termasuk benda atau situs purbakala. Tim dari Balai Arkeologi belum memeriksa temuan yang diklaim berdasarkan 4 kali mimpi itu.

Pegiat Sejarah dari Komunitas Bathara Saptha Prabu, Zainollah Ahmad, mengatakan, tumpukan batu bata itu memiliki guratan relief yang mirip dengan relief di Candi Deres dan Candi Situs Beteng di Kecamatan Semboro.

“Bangunan ini kalau saya cermati dan analisis dari sumber yang ada, (tumpukan batuan yang tertata rapi itu) memiliki kemiripan dengan yang ada di Candi Deres dan Candi Situs Beteng Semboro,” kata pria yang akrab dipanggil Zainul itu, Rabu (1/7/2020).



Menurutnya, batu bata berukuran besar dengan panjang kisaran antara 30 sampai 42 cm, lebar 15 sampai 22 cm itu bukan dari zaman sekarang. “Kemudian juga ada guratan-guratan relief sebagaimana bebatuan yang ada di percandian,” ujarnya.

Diamati dari sumbernya, lanjut dia menganalisis, sementara ada sumber-sumber dari penjelasan Negarakretagama Deswaranganga atau sumber dari Araraton yang kaitannya dengan Perang Sadeng.

“Juga ada perjalanan dari Pujangga Manik awal abad 16, dan Sumber dari Sratentiwi. Selain itu, juga ada dari luar negeri Tome Pires seorang Portugis, yang mengungkapkan, jika kawasan Bangwetan ini, Jember dan sekitarnya sampai Banyuwangi. Banyak peninggalan candi, sebutan orang Portugis Pagoda,” jelasnya.

“Ini bisa jadi Candi kedaton Duta atau semacam tembok kota, sama halnya (yang ada) di Kumitir, Trowulan (Mojokerto) itu,” sambungnya.

Namun untuk lebih jelasnya, menurut pria yang suka dengan hal-hal berbau sejarah ini, pihaknya masih menunggu keterangan konkrit dari pihak yang lebih berwenang.

“Nantinya perlu diteliti lebih lanjut oleh Balai Arkeologi. Sebagai pegiat kita hanya memberikan semacam analisis (awal) gitu,” pangkasnya.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...