FaktualNews.co

Salat Idul Adha dan Sembelih Hewan Kurban di Tulungagung Harus Patuhi Protokol Kesehatan

Peristiwa     Dibaca : 148 kali Penulis:
Salat Idul Adha dan Sembelih Hewan Kurban di Tulungagung Harus Patuhi Protokol Kesehatan
FaktualNews.co/Latif
Supriyono, Plt Kasi Bimbingan Masyarakat Kemenag Tulungagung.

TULUNGAGUNG, FaktualNews.co – Turunnya kasus Covid-19 di Tulungagung, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat memberikan kelonggaran terhadap pelaksanaan salat Idul Adha berjamaah dan proses pemotongan hewan kurban. Namun, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sesuai aturan dari Kemenag pusat, menjelang hari raya Idul Adha 1441 H pada Jumat 31 Juli 2020 mendatang, Kemenag Tulungagung sudah mensosialisikan aturan penyembelihan hewan kurban di masa pandemi.

“Penyembelihan hewan kurban di masa pandemi Covid-19, diharuskan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku,” terang Supriyono, Plt Kasi Bimbingan Masyarakat Kemenag Tulungagung, Selasa (7/7/2020).

Aturan penerapan protokol kesehatan ini, lanjutnya, sudah tertuang pada Surat Edaran yang diterbitkan Kemenag Pusat Nomor 31 tahun 2020 tentang pelaksanaan kegiatan penyembelihan hewan dan kehalalan daging dalam situasi pandemi Covid-19.

“Kalau untuk soal salat Idul Adha saya kira sudah biasa dengan pelaksanaan salat berjamaah. Sudah tersiasa saat kemarin salat Idul Fitri,” paparnya.

Khusus untuk pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, kata Supriyono, ditekankan harus mematuhi protokol kesehatan. “Seperti menggunakan masker, disediakan tempat cuci tangan atau handsanitizer,” jelasnya.

Sementara untuk proses pendistribusian hewan kurban, pihak Kemenag Tulungagung tidak memberikan batasan khusus. “Kalau soal distribusi, kita serahkan ke panitia masing-masing. Yang jelas harus memakai masker,” pungkasnya.

Supriyono menyebut, beberapa protokol kesehatan yang harus dipenuhi, termasuk penerapan physical distancing bagi setiap panitia yang terlibat.

Menurut Supriyono, khusus kegiatan di dalam ruangan, jumlah peserta juga harus dibatasi dengan tidak boleh melebihi 50 persen total ruangan. Sehingga diharapkan, proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban bisa aman dan terhindar dari penyebaran virus Corona.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...