FaktualNews.co

Sepekan, Tujuh Tersangka Pengedar Narkoba di Blitar Digulung Polisi

Kriminal     Dibaca : 130 kali Penulis:
Sepekan, Tujuh Tersangka Pengedar Narkoba di Blitar Digulung Polisi
FaktualNews.co/Dwi Haryadi
Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela menujukkan barang bukti narkoba hasil ungkapnya dalam sepekan

BLITAR,FaktualNews.co – Sebanyak 7 tersangka pengedar narkoba diringkus petugas Satresnarkoba Polres Blitar Kota. Ketujuh tersangka ini dari 3 kasus peredaran narkoba di wilayah hukum Polres setempat dalam sepekan.

Ketujuh tersangka berikut barang buktinya, dirilis Kapolres AKBP Leonard M Sinambela di Mapolres setempat, Jumat (10/7/2020). “Tujuh orang tersebut merupakan sindikat peredaran narkoba antar daerah,” katanya.

Pihaknya merinci, dari kasus pertama, diamankan satu tersangka pengedar pil dobel L bernama Dwi Amara (28) warga Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. Dari tersangka, diamankan tiga klip plastik yang berisi dobel L berjumlah 892 butir.

Kasus kedua, yakni diamankannya tiga pria saat berpesta sabu-sabu di Perum Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Mereka adalah Aris Prasetiyo (32) warga Desa Penataran, Kecamatan Ngelgok, Waluyo (25) warga Desa Purwotengah, Kecamatan Papar dan Akmad Qimarudin (24) warga Desa Ngimbang, Kecamatan Mojosari, Kecamatan Mojokerto.

Dari ketiganya, turut diamankan barang bukti berupa, tiga klip sabu-sabu seberat 0,92 gram. Selain itu diamankan satu unit ponsel yang digunakan bertransaksi, satu alat hisap yang disita pada saat penggerebekan di rumah tersangka.

Terakhir, polisi mengamankan pengedar sabu-sabu, yakni Zheskiel Ardinata (32); Duwi Cahyono (27). Keduanya warga Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Juga Dedi Hartantanto (35) warga Desa Ngantru, Kabupaten Tulungagung.

Dari ketiganya, polisi mengamanakn barang bukti berupa satu poket sabu-sabu seberat 0,21 gram di dalam plastik klip.

“Saat ini kami masih melakukan pengembangan. Kita mencari jaringan yang berkaitan dan yang di atasnya,” ungkap AKBP Leonard.

Atas perbuatannya, para pengedar sabu-sabu terancam dijerat dengan Pasal 114 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Sementara pengedar pil dobel L akan dikenakan Pasal 197 UU RI No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

AKBP Leonard menegaskan, korps seragam coklat yang dipimpinnya, bakal terus berupaya mengungkap kasus peredaran narkoba. Apalagi, di masa pandemi Covid-19, peredaran narkota dan obat terlarang ini disinyalir makin merajalela.

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Arief Anas
KOMENTAR

YUK BACA

Loading...