FaktualNews.co

Warga Besuki Tolak Pembangunan Pesantren Sugi Nur Raharja

Peristiwa     Dibaca : 827 kali Penulis:
Warga Besuki Tolak Pembangunan Pesantren Sugi Nur Raharja
FaktualNews.co/Istimewa
Warga saat menurunkan spanduk di lokasi Ponpes Sugi Nur Raharja.

SITUBONDO, FaktualNews.co – Puluhan warga dan tokoh masyarakat di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, menolak rencana pembangunan Pondok Pesantren (ponpes) Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, di Dusun Dam Guwe, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Situbondo, Jumat (24/7/2020).

Mereka mendatangi lokasi bangunan dan menurunkan sebuah spanduk pengumuman rencana pembangunan pondok pesantren Tahfidz Quran.

“Disini akan dibangun pondok pesantren Tahfidz Qur’an Karomah 13 Cabang Palu”, begitu tulisan spanduk yang diturunkan.

Rencana pendirian pesantren Tahfidzul Qur’an Karomah 13 Cabang Palu itu dikatakan oleh Nur Sugi Raharja dalam sebuah video yang diunggah akun RIF ORGANIZER di Youtube pada tanggal 23 Juli 2020.

“Ya di Besuki Situbondo ini akan dibangun pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an cabang Palu, apa yang saya lakukan ini, Hanya melayani Allah, melayani takdir, saya bangun pesantren cari lokasi muter-muter, ada lokasi cocok harga tidak cocok, harga cocok lokasi tidak cocok, Begitu ketemu lokasi ini, lokasinya cocok harga cocok, masyarakat cocok, minta doanya untuk hamba Allah masyarakat Besuki, Situbondo dan sekitarnya,” kata Nur Sugi Raharja dalam video itu.

Ketua BPD Blimbing, Slamet mengatakan, selain dari MWC NU Besuki, Forum Komunikasi Pinpinan Kecamatan (Forkopimka) juga datang ke lokasi.

“Tadi yang datang ke lokasi itu dari MWC NU, Ansor dan Banser NU Besuki serta Forkopimka dan tokoh masyarakat Desa Blimbing. Intinya, kami resah adanya pembangunan pesantren Gus Nur ini dan meminta dihentikan,” kata Slamet, yang juga tokoh maysrakat Desa Blimbing, Jumat (24/7/ 2020).

Menurutnya, penolakan dilakukan karena selama ini sepak terjang Gus Nur kerapkali menghujat ulama-ulama NU. Bahkan, pernah konflik dengan Banser NU. Selain itu, dia juga belum pernah ada koordinasi dengan warga dan dan tokoh masyarakat setempat terkait rencana pembangunan pondok pesantren tersebut.

“Kita kan tidak ada yang tahu tujuan dam maksud didirikan pesantren di sini yang sebenarnya. Kami juga menyesalkan Pemdes tidak berkoordinasi kalau Gus Nur beli tanah di tempat ini,” ujar Slamet.

Sementara Ketua MWC NU Besuki, Abdul Jalal Al Kiromi mengatakan, warga NU dan santri di Besuki bereaksi menolak, karena Gus Nur selama ini dinilai selalu kontroversi dengan menghujat para masyayikh dan ulama-ulama NU. Aksi penolakan dilakukan secara spontan karena panggilan hati nurani.

“Karena sering berseberangan dengan tokoh NU, sehingga secara kita tolak pembangunan lembaga yang diatasnamakan Pesantren Tahfidz Qur’an. Disini pesantren banyak, lembaga tahfidzul Qur’an di Situbondo juga banyak. Sampai kapan pun kami tolak,” bebernya.

Abdul Jalal mengaku bersyukur karena Forkopimka bergerak cepat, memfasilitasi adanya surat pernyataan untuk tidak melanjutkan rencana pembangunan pondok pesantren Gus Nur tersebut.

“Mungkin Forkopimka berembuk dengan panitia pembanguan kemudian ada surat pernyataan dan disaksikan kita bersama-sama di lokasi,” imbuhnya.

Pantauan FaktualNews.co di lapangan, belum ada aktifitas pembangunan di lokasi pesantren Gus Nur selain pemasangan spanduk dan sebuah bangunan kecil yang diperkirakan dipakai untuk keperluan proses pembangunan. Di lokasi, baru ada alat berat eskavator yang melakukan pemerataan tanah, namun kemudian juga dihentikan setelah ada reaksi penolakan.

 

Baca berita menarik lainnya hasil liputan
Editor
Muhammad Sholeh

YUK BACA

Loading...