Peristiwa

Positif Covid-19 di Jombang Melambung Tinggi, Dewan: Evaluasi untuk Pemkab

JOMBANG, FaktualNews.co – Pasien positif Covid -19 di Kabupaten Jombang tembus lebih dari 500 orang. Hal ini berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang per 26 Juli 2020.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno dalam rilis resminya disebutkan total konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 502 orang, 322 pesien sembuh dan 40 meninggal.

“Secara komulatif untuk pasien terkonfirmasi sampai dengan hari ini sebanyak 502 orang dari yang sebelumnya sebanyak 497 orang, Artinya untuk hari ini ada penambahan 5 pasien terkonfirmasi,” katanya, Minggu (26/7/2020).

Menurutnya, lima orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut berasal dari Kecamatan Jombang, Sumobito, Mojoagung, Diwek, dan Perak masing-masing satu orang.

Dari 502 orang komulatif tersebut, 82 orang menjalani isolasi mandiri dan 63 orang dirawat di rumah sakit.

Rinciannya, sebanyak 35 orang di RSUD Jombang, dua orang di RS NU, di RS Unipdu Peterongan satu orang, RSUD Ploso sembilan pasien dan tiga orang RS Kristen Mojowarno.

Sementara sebanyak 13 pasien lainnya di luar kota, salah satunya di RSPAD Jakarta, RSUD Madiun, RSUD Mojokerto dan RSUD Kediri.

“Hari ini, penambahan jumlah pasien sembuh sebanyak tujuh orang dan kasus pasien positif yang meninggal dunia sebanyak satu orang dari Kecamatan Jogoroto,” ujar Budi.

Tiga kecamatan diantaranya adalah Wonosalam, Ngoro dan Bareng kini menjadi daerah putih alias tidak ada pasien positif Covid-19. Terkait perkembangan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Jombang secara komulatif sebanyak 81 orang.

“Dari 81 orang tersebut, 51 orang telah selesai pemantauan 14 hari, 28 orang meninggal dunia, dan 2 orang masih menjalani perawatan di RSUD Jombang,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang, M Syarif Hidayatullah mengatakan Pemerintah Kabupaten Jombang harus mengevaluasi banyak hal agar kasus ini tak naik terus.

“Evaluasi untuk Pemkab Jombang, kesadaran masyarakat di desa masih sangat rendah dalam penggunaan masker saat keluar rumah. Saya berharap pemkab bisa menggerakan jaringan pemerintahan di bawah seperti kepala desa, kepala dusun, RT, dan RW untuk mengingatkan masyarakat agar memakai masker,”pinta politikus Partai Demokrat ini.

Dikatakan, dirinya terus melakukan usaha memutus jalur penyebaran Covid 19 dengan sosialisasi pakai masker, berjemur dan protokol kesehatan lainnya.

Pemerintah katanya, punya tiga modal dalam melawan Covid 19. Pertama kewenangan untuk membuat kebijakan atau undang-undang baru. Kedua, pemkab punya anggaran. Karene itu ia meminta Pemkab Jombang tetap harus semangat sosialisasi masalah menjaga prokotokol kesehatan.

“Jangan hanya buat kampung tangguh saja tapi tidak ada tindak lanjut. Minimal kepala desa ingatkan warganya untuk memakai masker. Jadi gregetnya biar ada. Saya bicara begini karena turun ke lapangan langsung. Kedepan kita berharap ada sekolah tangguh juga,”tandasnya.